Fakta-fakta Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Milik Indonesia

Fakta-fakta Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Milik Indonesia

Ahmad Diponegoro
2020-09-08 11:29:03
Fakta-fakta Pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika Milik Indonesia
Sirkuit Mandalika, Lombok Tenggah, Nusa Tenggara Barat (Foto:Dok.Instagram/sirkuitmandalika)

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menjadi destinasi wisata kelas dunia. Di tempat itu, nantinya akan diselenggarakan MotoGP pada tahun 2021 dan Olimpiade 2032.

Sekedar informasi, proyek tersebut telah menelan biaya investasi sebesar Rp 23 triliun yang dipegang oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

Komitmen investasi tersebut terdiri dari pembangunan sirkuit balapan MotoGP, hotel, hingga kluster sport & entertainment.

Baca Juga: MotoGP Rilis Sirkuit Mandalika, Indonesia Bersiap Jadi Tuan Rumah

Guna merealisasikan itu semua, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembangunan infrastruktur di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Untuk penataan kawasan, melalui Ditjen Cipta Karya menata Kawasan Wisata di desa-desa yang berada di Mandalika salah satunya Desa Kuta. 

Di lokasi ini Kementerian PUPR membangun landmark Desa Kuta dengan desain patung peselancar, pedestrian, ruang terbuka hijau dan juga pembenahan saluran drainase.

Kementerian PUPR juga membangun Ruang Terbuka Publik (RTP) berupa taman yang dilengkapi sarana bermain anak-anak yang bisa dinikmati warga sekitar maupun wisatawan.

Baca Juga: Kylian Mbappe Jadi Pemain Ketujuh PSG yang Terpapar Virus Corona

Pengembangan The Mandalika juga diperkirakan akan makin pesat seriring kuatnya dukungan pendanaan yang didapat ITDC dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berupa fasilitas pembiayaan senilai US$ 248,4 juta atau setara Rp 3,6 Triliun (kurs Rp14.500/US$) dalam payung program Mandalika Urban & Tourism Infrastructure Project (MUTIP) dan pembiayaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) melalui skema National Interest Account (NIA) dengan besaran mencapai Rp 1,18 triliun.

Selain itu, pengembangan kawasan The Mandalika yang termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas ini juga mendapat dukungan dari pemerintah khususnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Kementerian PUPR telah berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur pendukung The Mandalika.


Sumber: Detik


Share :