IDI Ungkap Temuan Dalam Jasad Pasien COVID-19 ke Jenderal TNI dan BIN, Isinya Mengejutan

IDI Ungkap Temuan Dalam Jasad Pasien COVID-19 ke Jenderal TNI dan BIN, Isinya Mengejutan

Ahmad Diponegoro
2020-09-06 10:21:18
IDI Ungkap Temuan Dalam Jasad Pasien COVID-19 ke Jenderal TNI dan BIN, Isinya Mengejutan
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Tim peneliti dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengungkapkan sebuah temuan penting terkait penyebab tertinggi kematian pasien terinfeksi Virus Corona atau COVID-19 di Indonesia.

Temuan tersebut, langsung disampaikan langsung ke Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI, Andika Perkasa dan Badan Intelijen Nasional (BIN) belum lama ini di Jakarta.

Menurut perwakilan tim peneliti IDI, Dokter Prasetyo Widhi Buwono dari siaran resmi TNI AD, Sabtu 5 September 2020, penyebab kematian itu ditemukan saat tim melakukan autopsi terhadap jenazah pasien COVID-19.

Baca Juga: Terungkap, Ini Daftar Nama Calon Kepala Daerah Positif Covid-19

"Pasien yang meninggal karena COVID-19 kalau dilakukan autopsi ternyata di paru-paru tersumbat bekuan darah, dan mengapa paling banyak di paru-paru karena reseptor masuknya COVID-19 itu lebih banyak di paru-paru,” ujar dr. Prasetyo.

Dokter Prasetyo menjelaskan, atas dasar temuan itu, IDI akan melakukan riset penelitian untuk pemberian obat pengencer darah kepada pasien COVID-19.

Dalam riset nanti, tim peneliti akan memberikan obat Heparin kepada pasien COVID-19 yang mengalami gangguan pembekuan darah. Dan pasien tersebut akan dipantau setiap dua hari selama 14 hari.

Baca Juga: KPU Sebut Calon Kepala Daerah Positif Corona Tidak Gugur

"Populasi penelitian adalah populasi pasien-pasien yang dirawat di RS milik TNI AD periode bulan September sampai dengan Oktober, pasien bisa yang sudah terkonfirmasi COVID-19 atau yang menunggu hasil Swab PCR," ujar Dokter Prasetyo.

Serangan virus corona di Indonesia bukan masalah sepele, hingga hari ini sudah total 187 ribu lebih positif dan sudah 7.832 meninggal dunia serta  134.181 pasien berhasil disembuhkan. Corona tak hanya menyerang warga sipil, tapi juga militer. Lebih dari 1.000 prajurit TNI terinfeksi dan ada yang meninggal dunia.


Sumber: Viva, Suara


Share :