Australia secara resmi masuk ke jurang resesi pada kuartal II 2020. Ini merupakan resesi ekonomi pertama Australia dalam 30 tahun terakhir.
Pasalnya dikabarkan juga bahwa Australia menyusul negara lainnya yang jatuh ke jurang resesi. Negara Kangguru itu tumbang akibat pandemi virus Corona.
Bahkan Biro Statistik Australia melaporkan produk domestik bruto (PDB) minus 7 persen pada kuartal II 2020. Sebelumnya, ekonomi Australia minus 0,3 persen pada kuartal I 2020.
Baca Juga: Australia Resmi Masuk Jurang Resesi Pertama dalam 30 Tahun Terakhir
Diketahui juga bahwa dalam ilmu ekonomi, suatu negara disebut resesi bila ekonominya minus atau terkontraksi dua kuartal berturut-turut.
Berikut Fakta-fakta Australia Masuk Jurang Reses:
Australia Masuk Resesi Pertama dalam 30 Tahun Terakhir
Sekedar informasi bahwa terakhir kali Negara Kangguru itu resesi 30 tahun lalu. Ini merupakan koreksi ekonomi terbesar sejak datanya dicatat 1959 silam.
Pada kuartal I, ekonominya juga sudah melemah namun hanya minus 0,3%.
Namun pada krisis finansial 2008 lalu, ekonomi Australia masih bisa bertahan. Namun kini ekonominya harus tiarap juga diserang virus Corona.
Australia Pernah Mengalami Kebakaran Hutan
Kabar buruk bagi Austraslia, pasalnya pada tahun 2020 ini memang berat bagi Australia. Ekonomi di awal 2020 sudah terdampak kebakaran hutan, terjadi sebelum pandemi Corona.
Sekarang, ekonominya makin sulit bertahan di tengah pandemi setelah banyak toko dan bisnis yang memutuskan tutup. Daya beli masyarakatnya pun turun drastis.
Pengangguran di Australia Bertambah
Bahkan ekonomi Australia masih bisa bertahan berkat adanya penjualan sumber daya alam seperti batu bara, bijih besi, hingga gas. China menjadi pembeli terbesar SDA Australia.
Baca Juga: Setelah Australia, Ini Daftar Negara yang Masuk Jurang Resesi, Indonesia?
Sejak diserang pandemi Covid-19, nyaris sebanyak 1 juta warga Australia kehilangan pekerjaan. Ini menjadi pertama kalinya anak muda di Australia harus merasakan situasi yang bernama resesi.
Australia Memberikan Subsidi Upah
Sementara, pemerintah Australia telah memperpanjang penyaluran subsidi upah hingga Maret 2021. Sebelumnya, bantuan itu hanya akan diberikan sampai September 2020.
Selain subsidi upah, pekerja penuh waktu akan menerima maksimum 1.200 dolar Australia. Kemudian, karyawan yang bekerja kurang dari 20 jam dalam seminggu akan menerima bantuan sebesar 750 dolar Australia per dua minggu.
Sumber:Detik/cnn/okezone