Setelah diketahui bahwa setelah bertahun-tahun kawasan Afrika telah disertifikasi bebas dari virus polio liar, setelah tidak ada kasus baru yang dilaporkan dalam empat tahun terakhir.
Namun tak hanya itu saja bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa di seluruh Afrika telah bebas dari polio, setelah puluhan tahun bekerja sama dengan koalisi badan kesehatan internasional, pemerintah nasional dan lokal, relawan serta penyintas.
Tak hanya itu saja bahkan hal itu diutarakan oleh Komisi Sertifikasi Regional Afrika untuk Pemberantasan Polio dalam sebuah pernyataan pada Selasa 25 Agustus 2020.
Baca Juga: Update Kasus Virus Corona di RI: 160.165 Positif, 115.409 Sembuh, 6.944 Lainnya Meninggal
Bahkan Komisi Sertifikasi Regional Afrika (ARCC) juga telah mencatat kasus poliio terakhir terjadi pada 2016 di Nigeria utara.
Sekarang, benua itu bebas dari virus, penyebab kelumpuhan yang tidak dapat disembuhkan dan, dalam beberapa kasus, kematian.
Seperti diketahui, polio menjadi sebuah wabah yang besar di Afrika. Pada tahun 1996, 75.000 anak di Afrika terkena polio. Setelah terbebas dari polio, menurut Moeti, perjuangan saat ini adalah untuk memperbaiki kehidupan para survivor.
"Momen ini menjadi waktu untuk memperhatikan dan lebih memprioritaskan kebutuhan orang-orang dengan disabilitas di wilayah Afrika. Kesehatan bukan hanya tentang ketiadaan penyakit yang membunuh, tetapi kesejahteraan yang utuh," kata Moeti.
Bahkan hal ini merupakan pencapaian hasil kampanye vaksinasi dan memantau anak-anak di Borno, negara bagian di Nigeria.
"Ini merupakan usaha yang sangat penting, besar, dengan ketekunan yang luar biasa," tutur Matshidiso Moeti, direktur WHO regional untuk Afrika.
Namun tak hanya itu saja bahkan ketua ARCC, Dr Rose Leke, mengatakan, deklarasi tersebut mengikuti penilaian menyeluruh dari sistem pengawasan di 47 negara Afrika, untuk memastikan tidak adanya kasus yang terlewat.
Namun tak hanya itu saja pasalnya seorang ahli polio di Yayasan Bill & Melinda Gates, Michael Galway mengatakan, meski Afrika telah menyatakan bebas dari polio liar, virus itu tetap menjadi ancaman.
Dia mendesak kepada Afrika dan seluruh negara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus polio liar.
"Virus polio liar masih menjadi risiko dimanapun, kecuali telah diberantas di semua negara. Tidak ada yang bisa mencegah bahwa virus polio dari Pakistan dan Afghanistan dapat kembali menyebar ke Afrika," ujar Galway.
Bahkan terlepas dari ancaman yang masih ada, bebasnya Afrika dari virus polio liar membawa secercah harapan di tengah upaya untuk melawan virus corona, wabah Ebola, malaria, HIV, dan tuberkulosis.
Baca Juga: Singgung Pendekatan Agama untuk Lawan Korupsi, Jokowi: Takut kepada Allah dan Neraka
WHO juga mengatakan, bahwa itu adalah kedua kalinya virus di Afrika berhasil diberantas setelah cacar pada 40 tahun lalu.
Diketahui juga bahwa ketua Komite PolioPlus Nasional dari Rotary International, Tunji Funsho mengapresiasi upaya dan pengorbanan yang dilakukan oleh para pekerja kesehatan.
Namun tak hanya itu saja paslanya menurutnya, lebih dari seribu petugas kesehatan telah mengabdikan hidup mereka untuk memerangi polio liar di seluruh Afrika.
Sumber:Republika,Kompas,Suara,Liputan6