Fenomena hujan es terjadi di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Sabtu 22 Agustus 2020 sekitar pukul 21.23 WIB. Ini penjelasan BMKG bahwa satelit cuaca mendeteksi adanya penurunan suhu puncak awan pada pukul 21.00 WIB hingga -80 derajat celcius.
Namun tak hanya itu saja paslanya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak memaparkan penyebab terjadinya hujan es di Kabupaten Sekadau tersebut.
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori, menjelaskan fenomena alami hujan es tersebut sudah beberapa kali terjadi di wilayah Kalbar. Sebelumnya sudah terjadi hujan es di Kabupaten Bengkayang pada 20 September 2019.
Baca Juga:
Tak hanya itu saja bahkan Nanang juga mengungkapkan, bahwa hujan es biasanya terjadi pada siang hingga sore hari, namun di Kabupaten Sekadau terjadi pada malam hari.
Bahkan menurutnya faktor kuat pemicu hujan es, kata Nanang, adalah karena gaya angkat massa udara yang kuat, sehingga uap air dengan mudah naik ke atas menjadi awan cumulonimbus yang besar, menjulang tinggi dengan dasar awan yang rendah.
“Satelit cuaca mendeteksi adanya penurunan suhu puncak awan pada pukul 21.00 WIB, hingga minus 80 derajat celcius. Suhu yang sangat rendah tersebut mengindikasikan adanya es pada struktur awan cumulonimbus. Terbentuknya es dengan ukuran yang besar sehingga ketika jatuh tidak semuanya mencair,” paparnya, Minggu 23 Agustus.
Namun tak hanya itu saja pasalnya ia juga mengatakan bahwa hujan es sering terjadi pada musim peralihan, atau ketika sudah beberapa hari tidak hujan dengan pemanasan yang kuat.
Pemanasan yang kuat ini terlihat dengan banyaknya kemunculan titik panas.
“Kejadian hujan es sering disertai dengan angin kencang berdurasi singkat,” pungkasnya.
Bahkana suhu yang sangat rendah tersebut mengindikasikan adanya es pada struktur awan cumulonimbus.
Baca Juga:
Tak hanya itu saja bahkan terbentuknya es dengan ukuran yang besar, sehingga ketika jatuh tidak semuanya mencair.
Namun tak hanya itu saja bahkan kejadian hujan es sering disertai dengan angin kencang berdurasi singkat.
BMKG menyatakan, berdasarkan patuan citra satelit cuaca, terdeteksi banyak terdapat awan cumulonimbus saat hujan es terjadi di Sekadau.
Sumber:Tribun,Kumparan,Instagram,viva