Kisah haru dari Kakak Adik asal Lamongan, Jawa Timur viral di media sosial. Pemilik akun @poernomo_dtt menceritakan tiga anak yang berjualan pentol dan es cao di pinggir jalan. Itu mereka lakukan semata-mata untuk menyambung hidup sehari-hari.
"TIGA ANAKKU KINI YANG BERJUALAN PENTOL DAN ES CAOH UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP KAMI SEKELUARGA," tulis akun instagram @poernomo_dtt tersebut.
Pemilik akun Purnomo, seorang aparat kepolisian di Polsek Babat Polres Jawa Timur saat ditemui mengatakan, mereka anak dari imam musala dan ibunya adalah seorang ustazah sekaligus guru di sebuah TPQ. Ketiga anak itu bernama Dewi Afiyatur Rohmah, Sa'adatun Nihayah, dan Moh,Sodiq Safi'illah.
“Biasa ayahnya jualan keliling. Setelah kecelakaan, ndak bisa jualan. Ibunya kalau kena debu, napas sesak, ndak bisa kerja tapi seorang ustazah. Karena kebutuhan, sehingga anak pertama yang kelas 1 SMA mengajak adik-adiknya jualan gantian, kadang-kadang bareng dijagain,” ucapnya, kepada awak media, pada Selasa, 18 Agustus 2020.
“Beliau pasangan ustad dan ustazah. Suami juga seorang imam musala. Anaknya 3, anak pertama kelas 1 SMA, nomor 2 kelas 4 SD, dan nomor 3 kelas 1 SD. Lokasi jualan di jalan timurnya Pasar Kedungpring, Lamongan, Jawa Timur,” lanjut Purnomo.
Baca juga: Sedih, Ini Kisah Nenek di Yogyakarta yang Menangis sebab Kehilangan Sepeda Satu-satunya
Purnomo mengatakan, anak-anak itu berjualan lantaran sang ayah yang dulunya berjualan mengalami kecelakaan hingga membuat patah tulang di bagian kaki. Sedangkan ibunya menderita penyakit asma.
Jualan yang dilakukan mereka, jelas Purnomo, tidak menghasilkan banyak uang. Terkadang laku dan kerkadang juga tidak sama sekali.
“Masih sepi seminggu baru tiga kali dapat uang 10 ribu, 20 ribu. Selebihnya tidak laku sama sekali,” kata Purnomo.
Sumber: Kumparan