Korut hingga Pakistan Ucapkan Selamat HUT RI, Kim Jong Un: Selamat Merayakan HUT ke-75

Korut hingga Pakistan Ucapkan Selamat HUT RI, Kim Jong Un: Selamat Merayakan HUT ke-75

Ahmad
2020-08-17 13:45:21
Korut hingga Pakistan Ucapkan Selamat HUT RI, Kim Jong Un: Selamat Merayakan HUT ke-75
Pemimpin Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea, Kim Jong Un. Foto: Reuters

Pemimpin tertinggi Republik Demokrasi Republik Demokrasi Rakyat Korea atau Korea Utara, Kim Jong Un, mengucapkan selamat merayakan hari kemerdekaan ke-75 untuk rakyat Indonesia.

Melalui laman daring resmi kementerian luar negeri DPRK, Senin 17 Agustus 2020, Kim Jong Un memberikan pujian kepada rakyat Indonesia atas pengembangan perekonomian serta kebudayaan nasional.

"Rakyat Indonesia harus membangun masyarakat yang sejahtera di bawah panji-panji kemerdekaan, kedaulatan, serta prinsip nonblok. Panji-panji itu harus dijunjung tinggi," kata Kim Jong Un.

Baca Juga: HUT RI ke-75, Jokowi: Selalu Ada Jalan Keluar di Tengah Pandemi Corona

Selain Korut, pemerintah Pakistan juga menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah dan bangsa Indonesia dalam rangka HUT ke-75 Kemerdakaan Indonesia.

"Atas nama rakyat dan pemerintah Pakistan, saya ingin menyampaikan ucapan selamat yang paling hangat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia dalam rangka HUT RI ke-75 kemerdekaan Indonesia," kata Kuasa Usaha Ad Interim (Charge d 'Affaires) Pakistan di Indonesia Sajjad Haider Khan di Jakarta, Senin 17 Agustus 2020.

Pakistan sangat bangga terhadap fakta bahwa sekitar 600 tentara Muslim di Pakistan saat ini, mengambil bagian dalam revolusi tahun 1945 bersama saudara-saudara Indonesia, menuju Kemerdekaan.

Sementara sekitar 500 dari tentara ini menyerahkan nyawa mereka dan dikuburkan di tanah Indonesia.

Beberapa keluarga masih tinggal di berbagai daerah di Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang membanggakan, ujar dia.

Baca Juga: Bertema Flora Fauna, Google Doodle Ikut Memeriahkan HUT ke-75 RI

"Kedua negara kita menikmati hubungan yang mengakar, bersahabat dan persaudaraan berdasarkan sejarah bersama, budaya dan kesamaan agama kita serta aspirasi untuk perdamaian dan stabilitas global. Pertukaran kunjungan tingkat tinggi telah menjadi ciri rutin hubungan kita. Presiden Indonesia Joko Widodo ke Pakistan pada Januari 2018. Sejumlah delegasi parlemen, delegasi pertahanan, pejabat pemerintah lainnya, dan pengusaha juga sering berinteraksi, ”kata Sajjad Haider Khan.

Kedua negara telah menandatangani lebih dari tiga lusin Perjanjian dan MOU termasuk mekanisme kerja sama di bawah Forum Konsultasi Bilateral, Dialog Perencanaan Kebijakan, kelompok kerja bersama tentang Terorisme, Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dan Perjanjian Perdagangan Preferensial yang memberikan landasan yang diperlukan untuk memperluas hubungan bilateral.

“Angka perdagangan bilateral menyentuh level tertinggi US $ 3 miliar (Rp45 triliun) pada 2018. Pakistan adalah salah satu tujuan utama minyak sawit mentah Indonesia. Karena sejumlah masalah termasuk COVID-19, perdagangan kami telah mengalami beberapa penurunan di masa lalu. Perdagangan Indonesia dan Pakistan harus dibenahi di tahun-tahun mendatang melalui upaya berkelanjutan di bidang diplomasi ekonomi, ”ujarnya.

Selain perdagangan barang, kami merasa sektor jasa khususnya Pariwisata, dan Teknologi Informasi (TIK) dan kolaborasi pendidikan sangat penting dengan potensi besar untuk kerja sama lebih lanjut, kata Sajjad Haider Khan.

Kedua negara berupaya mendekatkan komunitas ilmiah, pendidikan tinggi, serta ulama untuk memperluas hubungan.

Sungguh menggembirakan melihat turis Indonesia kini sudah mulai mengunjungi Pakistan, begitu pula semakin banyak orang Pakistan yang berkunjung ke Indonesia untuk berwisata.






Sumber: Suara, Detik


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30