Cerita Mistis Pemelihara 'Boneka' Jenglot di Karawang, Mengaku Jelmaan Sosok Manusia yang Memiliki Ilmu Bhatara Karang
Foto
Jenglot (foto: Indonesia Expat)

Cerita Mistis Pemelihara 'Boneka' Jenglot di Karawang, Mengaku Jelmaan Sosok Manusia yang Memiliki Ilmu Bhatara Karang

Seorang warga Karawang, Jawa Barat bernama Ahmad Syamsudin mengaku sudah ada lebih kuran lima tahun memelihara Jenglot. Diketahui, jenglot merupakan mirip boneka berwarna hitam. Memiliki rambut hitam bak ijuk, berkuku dan bertaring panjang, dengan tinggi tubuh kurang dari 12 cm dan dipercaya sebagai makhluk gaib.

Ahmad Syamsudin yang akrab disapa Abah ini ketika mengeluarkan jenglot miliknya dari kotak, mengaku dia harus memasukkannya lagi ke kotak sebelum 3 menit. Hal ini guna tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

Baca Juga:

Kisah Misteri Dua Pengendara Mobil Bertujuan ke Bandung Melalui Jalan Tol, Terkejut saat Perjalanannya Tiba-tiba Berubah Arah ke Jakarta

Kisah Misteri Tiga Warga Desa Sepat di Jateng saat Karantina Mengaku Sering Didatangi Bayangan Aneh

Cerita Mistis Goa Cilele di Karawang, Diyakini Dihuni Makhluk Gaib yang Suka Mengganggu Manusia

"Abang punya waktu tiga menit buat lihat sama megang," ujarnya singkat.

Syamsudin menjelaskan, tidak mudah mendapatkan benda gaib tersebut, dan tidak sembarang orang bisa memilikinya. Apalagi bisa berjodoh dengannya. Andai kata ada jenglot mau ikut dengan seseorang, dia melanjutkan, itu memilih majikan yang bisa merawat dan memeliharanya.

"Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa dapat jenglot. Ada ritualnya dan bacaan-bacaannya untuk mendapatkannya," ucapnya.

Jenglot milik Syamsudin tersebut katanya didapat dari sebuah makam keramat di daerah Karawang. Sebelum menangkap jenglot itu dia mendapat isyarat mimpi untuk memiliki boneka yang konon jelmaan orang sakti itu. Dari mimpi itu kemudian dia mendatangi makam orang sakti di Karawang tersebut.

Namun demikian, dia tidak mau menceritakan lebih detail siapa orang sakti yang dimaksud. Menurut dia jenglot adalah perwujudan jasad manusia yang memiliki ilmu kesaktian di masa lampau dan telah meninggal tapi jasadnya tidak diterima bumi.

"Jenglot sebenarnya memiliki sebuah nama, sewaktu dia masih hidup di dunia, dan nama tersebut sebagai sebuah kata rahasia atau kata kunci untuk memerintahnya. Makanya saya enggak bisa kasih tau sosok manusia tersebut," ungkapnya.

Syamsudin mengklaim jenglot miliknya merupakan jelmaan sosok manusia yang memiliki ilmu Bhatara Karang. Orang sakti pemilik ilmu keabadian tersebut akan hidup kekal abadi di dunia. Saking saktinya, dia sudah tidak memiliki lawan seimbang semasa hidup. Bagi siapa pun orang pemilik ilmu ini akan susah matinya. Jika mati pun ilmunya tidak akan musnah.

"Bumi tidak mau menerima jasad manusia sakti tersebut biasanya karena semasa hidupnya sudah terlalu banyak melakukan dosa-dosa besar. Karena tidak bisa membusuk, jasad tersebut tetap utuh hanya saja ukurannya terus mengecil dan jadi jenglot kayak gini," ujarnya.

Baca Juga:

Tim Jurnalrisa Telusuri Bangunan Kosong Bekas Bioskop di Karawang, ini 4 Sosok Gaib yang Ditemukan

Berani Coba? Ini 4 Tips Cara untuk Mendapatkan Foto Hantu

Bikin Bulu Begidik! Ini Kisah Menyeramkan Mall Klender di Jakarta Timur

Untuk terbebas dari kutukan tersebut, jenglot harus menuruti apa saja yang diminta atau diperintahkan oleh majikannya itu. Semakin sering digunakan untuk keperluan gaib, maka semakin berkurang ilmu yang ada di dalam tubuhnya dan akan diturunkan kepada si pemilik.

"Jenglot sebaiknya jangan digunakan untuk hal gaib. Cukup kita rawat saja dengan cara memandikannya, dan mendoakan agar tubuhnya disempurnakan sehingga arwahnya diterima. Kalau sempat kesaktiannya kita pakai, kutukan akan beralih ke si pemilik," tuturnya.

Sumber: Merdeka.com



Tag :

JenglotCerita MistisGaibKarawangJawa BaratPemelihara Jenglot

Artikel Terkait :

  • Tips Hp Tetap Aman Dimusim Hujan

  • PSBB Bodebek Diperpanjang hingga 25 November

  • Cerita Misteri Papan Ouija, Dipercaya Dapat Panggil Hantu yang Sangat Berbahaya

  • Tersangka Korupsi Jiwasraya Pakai Uang Korupsi untuk Judi di Macau


  • Share to: