Tengah viral sejumlah video yang memperlihatkan sekelompok orang dugem di kawasan Savana Bukit Propok, Sembalun, Lombok Timur. Dalam rekaman itu, sejumlah orang teriak-teriak sambil berjoget dalam kerumunan.
Tak hanya itu saja bahkan di ketahui juga bahwa video tersebut diunggah oleh akun Instagram @mountnesia yang kemudian menggemparkan netizen.
Menurut keterangan dalam video itu, lokasi kejadian tepatnya di Bukit Savana Propok, di kaki Gunung Rinjani, Lombok.
Baca Juga: Batu Hitam Luar Angkasa Diduga Meteor Jatuh di Sumatera Utara
“Pengelola Savana Propok Lombok mengaku geram dengan aksi-aksi seperti ini,” tulis Mountnesia.
Hal ini sontak membuat Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dedy Asriady mengatakan, berdasarkan hasil evaluasinya, ditemukan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pengunjung Bukit Propok. Video dugem itu diduga direkam pengunjung pada Sabtu 1 Agustus.
"Menurut kami itu melanggar. Solusinya cuma satu, kita akan tutup sementara karena jenis pelanggarannya kategori yang bisa membuat kluster baru penyebaran COVID-19," ujar Dedy kepada Wartawan, Rabu 5 Agustus.
Namun tak hanya itu saja bahkan ia juga mengatakan bahwa batas waktu penutupan sementara destinasi wisata tersebut tergantung hasil evaluasi bersama pemerintah daerah, kepala desa, dan pokdarwis yang diberikan hak pengelolaan kawasan wisata tersebut.
"Bisa jadi ada pembenahan standar operasional prosedur pemeriksaan pengunjung dan alat alat yang bisa menimbulkan kebisingan di sepanjang pendakian dan areal perkemahan," ucap Dedy.
Bahkan hal ini sementara satu destinasi wisata di dalam kawasan TNGR tersebut bisa menjadi pembelajaran kepada pengunjung bahwa tanggung jawab untuk beraktivitas wisata sesuai protokol kesehatan COVID-19.
"Tanggung jawab tersebut bukan hanya dilakukan oleh BTNGR dan pokdarwis selaku pengelola, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, khususnya pengunjung," pungkas Dedy.
Baca Juga: Pertahankan Budaya Bali Sebaiknya Punya Kota Terlarang
Diketahui juga bahwa wisata Bukit Propok dibuka sejak 7 Juli 2020 bersamaan dengan beberapa destinasi wisata non-pendakian lain yang ada di dalam kawasan TNGR Rinjani, seperti Air Terjun Joben, Mangku Sakti, dan lainnya.
Namun tak hanya itu saja bahkan Ketua Pokdarwis Kabupaten Lombok Timur, Royal Sembahulun sangat menyayangkan aksi dugem yang dilakukan para pendaki di atas Savana Propok tersebut.
"Tentunya ini mengganggu para pendaki lainya. Mestinya ketika melakukan camping cukup menikmati ketenangan yang disediakan alam sekitar bukan dengan joget bersama," kata Sembahulun, Selasa 4 Agustus.
Sumber:Kumparan,Detik,Okezone