Jack Dorsey: Twitter Berencana Tawarkan Langganan Berbayar

Jack Dorsey: Twitter Berencana Tawarkan Langganan Berbayar

Yuli Nopiyanti
2020-07-26 09:28:49
Jack Dorsey: Twitter Berencana Tawarkan Langganan Berbayar
Ilustrasi Twitter (Foto:Dok.Pixabay)

Diketahui bahwa CEO Twitter Jack Dorsey melempar wacana untuk menawarkan layanan subscription atau berlangganan untuk platform microblogging besutannya. Rencana itu dikemukakan setelah Twitter mengalami penurunan drastis pada bisnis iklan.

Tak hanya itu saja bahkan twitter, sebagaimana Facebook, bersandar pada bisnis iklan agar tetap bisa memberikan layanan "gratis" bagi para penggunanya.

Baca Juga: Bantu Para Kreator Konten, TikTok akan Bagi-bagi Uang Rp 2,9 Triliun

"Anda akan melihat beberapa uji coba dari beberapa pendekatan tahun ini," kata Dorsey kepada analis dan investor saat membahas hasil pendapatan Twitter pada kuartal kedua.

Namun tak hanya itu saja bahkan Dorsey juga mengakui bahwa rencana layanan berlangganan memiliki sejumlah hambatan. Rencana ini pun masih sangat mentah dan butuh eksplorasi lebih dalam. Dorsey mengatakan Twitter akan mencari diversifikasi sumber pendapatan dari rencana ini.

Namun juga di ketahui bahwa isu Twitter bakal berbayar sudah mulai ramai sekitar sebulan terakhir. Kabar itu menyeruak saat Twitter ketahuan mengunggah lowongan pekerjaan untuk senior software engineer di New York dengan kode nama "Gryphon".

Dalam deskripsi lowongan, disebutkan bahwa Twitter mencari "tim baru" yang fokus pada pengembangan platform berlangganan. Saat kabar itu muncul, saham Twitter meroket, menandakan investor tertarik dengan rencana tersebut.

"Kami ingin memastikan setiap lini pendapatan baru saling melengkapi dengan bisnis iklan kami," kata Dorsey, dikutip dari CNN, Minggu 26 Juli 2020.

Baca Juga: Keren, Huawei P50 akan Hadir dengan Lensa Kamera yang Bisa Digonta-ganti

Tak hanya itu saja abhkan rencana ini muncul ketika banyak pengiklan menarik iklannya karena pandemi Covid-19. Dalam laporan pendapatan, Twitter mengumumkan pendapatan dari bisnis iklan sebesar 562 juta dollar AS (Rp 8,2 triliun), turun 23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Bahkan di ketahui juga bahwa Twitter juga menjadi salah satu perusahaah media sosial yang terdampak atas pemboikotan sosial media terkait isu rasisme di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Namun, petinggi Twitter enggan mengatakan seberapa besar dampaknya bagi pendapatan perusahaan.


Sumber:Kompas,cnn


Share :