Facebook dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan iklan politik di jejaring sosialnya menjelang Pemilihan Presiden 2020 di Amerika Serikat yang berlangsung pada 3 November.
Kabar ini bocor dari sumber terdekat yang kerap berhubungan dengan perusahaan Facebook. Namun kabar untuk melarang iklan politik di lamannya, Facebook belum membuat keputusan akhir dilansir CNN, Minggu 12 Juli 2020.
Baca Juga: Agar Tak Dijadikan Komuditi, Pemerintah Patok Biaya Rapid Test Rp 150.000
Perusahaan media sosial itu dikecam karena kebijakannya mengecualikan iklan dan konten politis dari cek fakta. Tahun lalu, pesaingnya, Twitter, melarang iklan politik pada platformnya, sementara Facebook menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin menekan konten politik.
Bulan lalu, juru kampanye kandidat presiden Partai Demokrat Joe Biden menerbitkan surat terbuka kepada CEO Facebook Mark Zuckerberg yang meminta perusahaan untuk memeriksa fakta iklan politik dalam dua pekan menjelang pemilu.
Facebook beberapa pekan terakhir telah membuat geram karyawan dan anggota parlemen atas keputusannya untuk tidak bertindak pada unggahan presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Kabar Gembira Huawei Nova 7 Masuk Indonesia pada 13 Juli Besok
Lebih dari 900 pengiklan telah menandatangani boikot iklan di Facebook, yang diinisiasi oleh kelompok pembela hak sipil untuk mendorong raksasa media sosial itu mengambil langkah-langkah konkret untuk memblokir ujaran kebencian dan misinformasi, salah satunya soal unggahan terkait kematian George Floyd.
Sumber: CNN, Antara