Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait klaim reklamasi Ancol untuk melindungi warga Jakarta dari ancaman banjir.
Dalam kesempatan itu dia menyinggung konsep penanganan banjir versi Anies yakni naturalisasi bukan normalisasi.
Baca Juga: Yurianto Sebut Warga Tak Pakai Masker Sumbang Kasus Corona Tinggi
"Persoalan melindungi Jakarta dari banjir itu kan dia sendiri mengatakan itu mesti naturalisasi. Air hujan yang dari atas itu katanya jatuh ke tanah, sekarang sungainya mau dikeruk. Yang mana ya... mesti diperjelas gitu loh. Yang mana yang dikatakan untuk melindungi Jakarta," kata Gilbert kepada wartawan, Sabtu 11 Juli 2020.
Dia menyebut secara tidak langsung konsep naturalisasi sungai salah dalam menangani banjir Jakarta. "Konsepnya dia kan normalisasi itu nggak benar, itu kan berarti (pengerukan) normalisasi kan, bukan naturalisasi kan? Jadi dibikin normal lagi tuh sungai dikeruk. Sementara konsepnya dia itu kan naturalisasi, jatuh ke tanah kan airnya. Saya juga bingung, itu normalisasi. Artinya Anies mengatakan yang bener normalisasi bukan naturalisasi," ucap Gilbert.
"Kalau sekarang mengatakan itu mau dialirin ke laut, kenyataannya di ujung sungai, lautnya lebih tinggi makannya sungai mati kan. Seperti yang di Gunung Sahari itu karena disana lautnya lebih tinggi, airnya nyangkut," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara terkait reklamasi Ancol yang menuai kritik. Anies beralasan reklamasi di kawasan Ancol tersebut semata-mata untuk menyelamatkan warga Jakarta dari ancaman banjir.
Baca Juga: Jelang Piala Asia Berikut Jadwal Laga Uji Coba Timnas U16 Indonesia
Anies mengatakan Jakarta memiliki 13 sungai dengan total panjang sekitar 400 km dan 30 waduk yang secara alami mengalami pendangkalan. Karena itu, Anies menyebut sungai dan waduk itu kemudian harus dikeruk terus menerus dan lumpur hasil kerukan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan Ancol.
Sumber: Detik.com