Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkapkan, fenomena ini disebabkan karena tanah di bawah Jakarta merupakan tanah lunak.
Menurutnya, Jakarta disebut tetap menjadi wilayah yang rawan terdampak guncangan meskipun tak punya sumber gempa di wilayahnya.
Ketika guncangan terasa hebat kemarin 7 Juli 2020 ketika sumber gempa ada di selatan Lebak, Banten yang terpaut sekitar 100 kilometer dari Jakarta.
Baca Juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Analis Ramal Emas Antam Tembus Rp1 Juta per Gram
Baca Juga: Benarkan Konsol "Murah" Microsoft Xbox Series S Meluncur Bulan Depan?
"Di Jakarta, sebenarnya sampai sekarang belum ditemukan sumber gempa besar. Tetapi, Jakarta selalu memiliki respons gempa yang lebih kuat jika terjadi gempa ketimbang tempat lain, karena Jakarta tanahnya tanah lunak," jelas Daryono dilansir dari Kompas, Rabu 8 Juli 2020.
Daryono menjelaskan, tanah di bawah Jakarta didominasi tanah aluvial hasil endapan ratusan atau ribuan tahun dari erosi di pegunungan wilayah Bogor.
Tanah lunak ini cukup tebal, khususnya mengarah ke pesisir, sehingga sulit untuk mengebor Jakarta hingga menemukan lapisan batuan padat di bawah tanah.
Sumber: Kompas.com, Kumparan.com