Tradisi Merdang Merdem merupakan salah satu tradisi Suku Karo yang diselenggarakan setiap setahun sekali.
Perayaan tersebut merupakan bagian dari ucapan syukur kepada sang Pencipta karena kegiatan menanam padi telah selesai. Teriring doa agar tanaman padi tersebut diberkati sehingga bebas dari hama dan menghasilkan panen yang berlimpah.
Biasanya perayaan tradisi ini dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron (GGA) yaitu acara tari tradisional Karo yang melibatkan pasangan muda-mudi. Dan saat pelaksanaan tradisi ini merupakan kesempatan berkumpul dengan senak keluarga di Kampung.
Tepatnya pada hari ini Jumat-Sabtu, (26-27/06/ 2020) merupakan penyelenggaraan tradisi merdang merdem di seluruh Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Sebelum wabah virus corona (COVID-19) melanda dunia khusunya Tanah Karo, beberapa desa di Kecamatan Tigabinanga seperti Desa Lau Kapur sempat merencanakan agar pada saat perayaan tradisi merdang merdem dimeriahkan dengan menghadirkan acara GGA.
Ketika wabah virus corona melanda Tanah Karo, semua harapan dan perencanaan itu sirna. Bahkan beberapa teman-teman yang berada di perantauan termasuk tidak dapat menikmati perayaan tradisi itu dengan seluruh keluarga di kampung halaman, karena ada peraturan dari desa tersebut tidak diperbolehkan pulang kampung guna mencegah penyebaran wabah virus corona.
Situasi ini sangat sedih, tetapi situasi ini juga mengajarkan kita agar tetap sabar, patuh dengan protokol kesehatan, dan menahan rindu.
Dengan situasi ini, kita berdoa agar wabah saat ini cepat berlalu agar dapat melaksanakan kegiatan seperti biasanya.