Hewan ini telah lama mengundang kontroversi. Dipopulerkan pertama kali di dunia Barat oleh Gulielmi Pisonis dalam bukunya, Indie Utriusque re Natural et Medica, yang diterbitkan di Amsterdam tahun 1658.
Dalam sampul buku berbahasa Latin dan berisi ramuan obat-obatan itu dilukis dua lelaki bersama dengan beberapa hewan aneh. Salah satunya adalah hewan seukuran anjing dengan empat taring yang mengerikan.
Di antara semua fauna endemik Indonesia, babi rusa menjadi salah satu hewan endemik yang cukup menarik perhatian.
Baca Juga: Cerita Tikungan Amoy Deli Serdang, Angker Karna Ditunggui Hantu Perempuan
Hewan ini memiliki taring yang begitu panjang dan tumbuh ke atas hingga menyerupai cula.
Taring panjang ini menjadi karakteristik unik yang gak ditemukan di spesies babi lainnya, kecuali warthog atau babi liar Afrika.
Habitat alami mereka ada di Pulau Sulawesi, Pulau Togian, hingga wilayah Kepulauan Maluku. Di habitatnya, mereka suka hidup di dekat tepi sungai atau di hutan-hutan tropis.
Babi rusa dewasa bisa tumbuh panjang lebih dari 1 meter dan tinggi sekitar 80 sentimeter. Sementara itu, bobot mereka rata-rata berkisar antara 94,7 sampai hampir 100 kilogram.
Babi rusa jantan cenderung hidup menyendiri. Sebaliknya, para betina justru lebih sosial dan hidup bersama anak-anaknya.
Babi rusa yang masih anak-anak sangat bergantung pada induknya dan baru dewasa ketika mencapai umur 1 atau 2 tahun.
Babi rusa biasa menggunakan tapak kaki mereka untuk menggali tanah dan mendapatkan makanan.
Kaki mereka juga cukup kuat untuk berdiri di atas kedua kaki belakang. Posisi ini memudahkan mencari makanan di pepohonan atau digunakan untuk bertarung.
Babi rusa termasuk dalam famili Suidae atau keluarga babi. Biarpun begitu, mereka agak berbeda dari babi lainnya.
Mereka memiliki bilik perut unik yang biasa ditemukan pada sistem pencernaan hewan pemamah biak seperti domba.
Salah satu ciri paling khas yang dimiliki babi rusa adalah taringnya yang panjang dan melengkung.
Baca Juga: Cerita Mistis Gua Perak di Deli Serdang, Banyak Stalagtit dan Stalagmit, Menarik Perhatian Wisatawan
Taring bawah babi rusa tumbuh panjang hingga melebihi tinggi moncong. Sementara, taring atas tumbuh menembus moncong dan melengkung hingga menyentuh dahi.
Babi rusa merupakan fauna asli Indonesia yang menakjubkan. Sayangnya, angka populasi mereka harus terancam oleh perusakan habitat hingga perburuan.