Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia, Berikut Deretan Aksi Kontroversial yang Menaikkan Namanya

Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia, Berikut Deretan Aksi Kontroversial yang Menaikkan Namanya

Dedi Sutiadi
2020-06-07 13:34:37
Paranormal Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia, Berikut Deretan Aksi Kontroversial yang Menaikkan Namanya
Ki Gendeng Pamungkas. (Foto: Istimewa)

Isan Masardi alias Ki Gendeng Pamungkas seorang Paranormal sekaligus Ketua Umum Front Pribumi, menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mulia, Jalan Pajajaran, Kota Bogor pada Sabtu 6 Juni 2020.

“Iya Ki Gendeng meninggal, tadi saya diberitahu security (bagian) dalam jam 14.54,” kata Nur Ichwan, petugas keamanan yang berjaga di luar RS Mulia.

Paranormal yang sempat mencalonkan diri jadi Wali Kota Bogor itu meninggal setelah menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Mulia selama tiga hari, karena komplikasi penyakit diabetes dan jantung. Berikut adalah rekam jejak perjalanan Ki Gendeng semasa hidup yang menjadi sorotan:

Baca juga: Ini Penampakan Kemacatan Jalanan Ibukota, di Hari Pertama PSBB Transisi

Pertama, ikut meramaikan Pilkada Kota Bogor. Pada tahun 2008 lalu, Ki Gendeng Pamungkas sempat maju dalam pemilihan Wali Kota Bogor dari jalur independen. Namun, ia mengundurkan diri dari pencalonan setelah dia dinyatakan tidak memenuhi persyaratan perolehan suara oleh KPU Kota Bogor.

Kedua, menolak Presiden Amerika dengan ritual. Dengan kalimat yang Ki Gendeng Pamungkas katakan yaitu 'Saya tidak akan menyantet Mr Bush tetapi akan membuat dia tidak betah' membuat dirinya menjadi sorotan pada November 2006. Bersama mahasiswa, Ki Gendeng Pamungkas ikut melakukan ritual voodoo (tradisi ilmu hitam asal Afrika).

Baca juga: 5 Hal Ini Sering Anda Jumpai, Tapi Tidak Tau Akan Fungsinya

Ketiga, sempat berurusan dengan kepolisian karena konten SARA. Pada tahun 2017 Polda Metro Jaya menangkap paranormal Ki Gendeng Pamungkas karena kasus dugaan ujaran kebencian. Polisi menjerat Ki Gendeng dengan Pasal 4 huruf b juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30


Hasil Riset Puspenpol Sebut FYP TikTok Jadi Game Changer Politik Indonesia

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 14, 2024 13:02:26


Foto: GBK Jadi Lautan Biru di Kampanye Prabowo-Gibran

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 10, 2024 20:14:24