Merentang Tradisi Jumparingan: Jalan Panah Ksatria Mataram

Merentang Tradisi Jumparingan: Jalan Panah Ksatria Mataram

Dedi Sutiadi
2020-06-07 10:45:13
Merentang Tradisi Jumparingan: Jalan Panah Ksatria Mataram
Tradisi Jumparing. (Foto: Istimewa)

Tradisi panahan atau Jemparingan telah ada sejak ratusan tahun silam. Para prajurit di zaman kerajaan Mataram melakukan tradisi ini guna melatih konsentrasi. Dulu ia memang hanya dimainkan oleh prajurit atau bangsawan. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi ini mulai dibawa keluar tembok keraton dan dimainkan oleh rakyat sebagai hiburan sekaligus bentuk pelestarian budaya. 

"Ketika pertama kali membuat (panah), bentuk busur saya amatlah sedehana. Karena memang peralatan yang belum ada. Waktu dulu, aturan yang sekarang digunakan untuk membuat busur panah ini memang belum ada aturan. Aturan sekarang kan sebaiknya setinggi pemanah. Nah, kalau dulu tidak, ada yang lebih panjang ada yang lebih pendek," kata Eddy roostopo, salah satu perajin panah Jumparingan.

Baca juga: Ayam Bekakak, Kuliner Khas Sunda yang Lezat, Begini Cara Membuatnya

Berbeda dengan panahan pada umumnya, jemparingan dilakukan dengan posisi duduk bersila atau sembari menunggang kuda. Peserta pun diwajibkan untuk mengenakan pakaian tradisional. Meski sempat meredup, kini jemparingan kembali hidup dan diminati oleh generasi muda. Tradisi ini masih sering dijumpai di acara-acara budaya di Yogyakarta.

"Karakter pemanah juga harus disesuaikan dengan busur yang digunakan. Ada beberapa macam karakter busur. Busur yang kekuatannya agak pelan dan akurasinya tinggi, ada yang biasa, dan ada juga yang larinya kencang sekali tapi akurasinya kurang tinggi" jelas Eddy.

Baca juga: Setelah di Tutup Selama 14 Hari, Pasar Antri Cimahi Kembali Dibuka, Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

"Karakter itu tergantung emban atau lengkungan busur ini. Lengkungannya ada yang di dalam (dekat pegangan), ada yang di tengah, ada yang di ujung, dan ada yang rata. Ada dua lagi, ada emban mati dan emban jalan," lanjutnya.

Karakter dari pemanah itu disesuaikan dengan emban yang digunakan. Misanya, pemanah tersebut orangnya mudah marah, lebih baik menggunakan emban yang lari anak panahnya sedikit lambat. Tapi jika pemanah itu orangnya sudah tua atau penyabar, bisa menggunakan emban dengan kekuatan lari anak panah yang kencang.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00