Jeddah Kembali Lockdown Hingga 15 Hari ke Depan, Karna Kasus Baru Corona Meningkat

Jeddah Kembali Lockdown Hingga 15 Hari ke Depan, Karna Kasus Baru Corona Meningkat

Dedi Sutiadi
2020-06-06 13:22:58
Jeddah Kembali Lockdown Hingga 15 Hari ke Depan, Karna Kasus Baru Corona Meningkat
Suasana di Kota Jeddah, Arab Saudi. Jeddah kembali meneapkan lockdown setelah lonjakan penularan Covid-19 terjadi lagi. Selama lockdown kembali, masjid ditutup dan jam malam diaktifkan kembali.. (Foto: Istimewa)

Pemerintah Arab Saudikembali berlakukan lockdown di Jeddah selama 15 hari kedepan. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Dalam negeri Arab Saudi. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi melonjaknya kasus covid-19 di kota tersebut.

Lockdown kembali diterapkan muali hari ini Sabtu 6 Juni 2020. Selain itu pemberlakukan jam malam juga kan kembali diterpakan di Jeddah mulai pukul 15.00 hingga 06.00 keesoakn harinya. Konsekuensi dari diterapkannya kembali lokcdown ini masjid-masjid di Jeddah pun kembali ditutup. 

Baca juga: Longgarkan Lockdown, Arab Saudi Buka Masjid Nabawi 31 Mei

Jeddah merupakan pintu masuk bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah. 

"Setelah meninjau situasi epidemiologis dan tingginya tingkat hunian perawatan inetnsif, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan yang ketat di Kota Jeddah selama dua minggu," demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikutip kantor berita AFP.

Merujuk berita dari Arab News, Sabtu 6 Juni 2020, pegawai kementerian, lemebaga pemerintahan, dan perusahaan swasta tida diizinkan bekerja di kantor. Selain itu restoram dan kafe juga diwajibkan untuk tutup sementara. Dilarang untung berkerumun, perkumpulan hanya dibatasi sebanyak lima orang saja. 

Baca juga: Akhir Mei, Maskapai Arab Saudi Mulai Terbang

Namun, penerbangan domestik dan kereta api masih beroperasi karena orang-orang masih bisa keluar masuk di luar jam malam. Lalu, untuk orang-orang yang dikecualikan dari pembatasan sebelumnya juga tetap dibebaskan dari pembatasan sekarang, asalkan selalu mematuhi prosedur yang berlaku.

Kemendagri Arab Saudi menambahkan, jumlah pasien kritis virus corona di Riyadh sedang dipantau dan tindakan yang tepat akan diambil jika jumlah kasus meningkat seperti yang terjadi baru-baru ini. Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengumumkan 2.591 kasus baru Covid-19 pada Jumat 5 Juni 2020. Terdapat 31 kematian baru dan 1.651 pasien sembuh pada hari itu juga.


Share :