Mengenal Masakan Paniki, Kuliner Bahan Utama Daging Kelelawar Khas Minahasa

Mengenal Masakan Paniki, Kuliner Bahan Utama Daging Kelelawar Khas Minahasa

Ekel Suranta Sembiring
2020-06-05 19:48:11
Mengenal Masakan Paniki, Kuliner Bahan Utama Daging Kelelawar Khas Minahasa
Masakan Paniki Khas Minahasa (foto: Difanews)

Di Sulawesi Utara, terdapat satu makanan yang sedikit menyeramkan ketika kita menyantapnya. Paniki namanya, makanan ini menggunakan daging kelelawar sebagai bahan utamanya. Soal rasa, hidangan ini memiliki rasa yang sedikit gurih meskipun tekstur daging terasa alot.

Mamalia bersayap ini ternyata tidak cukup menyeramkan bagi masyarakat di Minahasa. Orang asli Sulawesi Utara ini sepertinya mengabaikan bentuk wajah kelelawar yang terlihat menakutkan. Bagi mereka, mendapatkan rasa daging yang lezat juga menyehatkan menjadi hal yang lebih penting dibanding wajah seram kelelawar.

Baca Juga: Dieng Plateau, Destinasi yang Wisata Menarik Dikunjungi di Jawa Tengah

Untuk mengolah paniki, diperlukan menggabungkan beberapa macam bumbu agar pengolahan daging kelelawar ini terasa nikmat. Bumbu dasar seperti, cabai, bawang merah, bawang putih, sereh, dan jahe direbus dan dicampur bersama santan kelapa hingga meresap.

Tidak semua kelelawar dapat digunakan sebagai olahan paniki. Hanya kelelawar pemakan buah sajalah yang digunakan untuk membuat kuliner khas ini. Hal ini membuat daging kelelawar yang diolah menjadi paniki kaya akan gizi dan protein. Selain itu, adanya zat kitotefin membuat daging kelelawar sangat ampuh untuk mengobati penyakit asma dan paru.

Melahap paniki yang disajikan lengkap bersama sayapnya, dibutuhkan sedikit kesabaran dan kerja keras. Dagingnya yang alot dan sedikit keras membuat gigi seakan bekerja lebih giat untuk mengunyah hewan mamalia ini.

Ada tips saat melahap kuliner khas Sulawesi Utara ini. Daging sayap yang alot sebaiknya jangan ditarik-tarik saat memotongnya. Karena hal tersebut malah membuat daging semakin keras. Sebaiknya gigit lebih keras dan daging yang menempel akan lebih mudah mengelupas.

Baca Juga: Mengenal Mappalanca, Tradisi Adu Betis dari Masyarakat Bone Usai Panen Besar di Sulsel

Saat berkunjung ke Sulawesi Utara tepatnya di daerah Minahasa, tidak ada salahnya untuk merasakan sensasi melahap Paniki. Rasanya yang gurih dan kenyal serta menyehatkan menjadi hal yang mungkin membuat penasaran dan patut untuk Anda coba.


Share :