Mengenal Mappalanca, Tradisi Adu Betis dari Masyarakat Bone Usai Panen Besar di Sulsel

Mengenal Mappalanca, Tradisi Adu Betis dari Masyarakat Bone Usai Panen Besar di Sulsel

Ekel Suranta Sembiring
2020-06-05 19:14:56
Mengenal Mappalanca, Tradisi Adu Betis dari Masyarakat Bone Usai Panen Besar di Sulsel
Tradisi Adu Betis di Sulsel (foto: adira.co.id)

Setiap daerah di Indonesia hampir semua memiliki tradisi unik dan sangat ngilu bila didengar. Salah satu tradisi unik terdapat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), yakni Mappalanca.

Mappalanca, atau Mallanca adalah salah satu tradisi adu betis yang diadakan oleh masyarakat Bone, Sulawesi Selatan. Biasanya tradisi ini digelar setahun sekali, tepatnya pada bulan Agustus.

Kegiatan ini diadakan di bulan Agustus karena panen besar biasanya usai di bulan ini. Di bulan ini pula, masyarakat Bone sekaligus merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus.

Baca Juga: Mengintip Tradisi Pernikahan Unik Suku Tidung, Salah Satunya Harus Menahan tidak Buang Air Selama Tiga Hari

Di dalam permainan adu betis, dibutuhkan 2 tim yang masing masing terdiri dari 2 orang dewasa. Dua orang akan menjadi penendang, dan dua orang lainnya harus memasang kuda-kuda agar tidak jatuh saat betisnya diadu oleh lawan. Apabila betis lawan sangat kuat, kadang ada juga peserta yang cedera. Itu sebabnya, anak-anak kecil dilarang mengikuti kegiatan ini.

Baca Juga: Galang Donasi Corona, Raisa Bakal Tampil di Konser Amal Bank Mandiri #DiRumahAja, Cek Jadwalnya

Pada acara ini, kita bisa melihat betapa eratnya rasa kekeluargaan dan gotong-royong masyarakat Bone. Seluruh persiapan acara dilakukan bersama-sama oleh warga. Ibu-ibu pun biasanya akan datang membawa makanan ke lokasi acara. Semua yang datang boleh menyantapnya, baik penonton maupun peserta adu betis. Menyenangkan sekali, ya, bisa hidup rukun dan saling membantu seperti masyarakat Bone.


Share :