Tradisi Pasola: Perang Antar Ksatria Berkuda, Wujud Terimakasih untuk Para Leluhur di NTT

Tradisi Pasola: Perang Antar Ksatria Berkuda, Wujud Terimakasih untuk Para Leluhur di NTT

Dedi Sutiadi
2020-05-31 21:00:00
Tradisi Pasola: Perang Antar Ksatria Berkuda, Wujud Terimakasih untuk Para Leluhur di NTT
Tradisi Pasola

Tradisi Pasola adalah Upacara Adat Reba Yang Merupakan Wujud penghormatan dan ucapan rasa terima kasih terhadap jasa para leluhur di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Pasola merupakan permainan perang-perangan tradisional yang disebut Pasola. Tradisi Pasola adalah permainan perang dua kelompok ‘pasukan‘ berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana.

Adapun filosofinya, setiap pemain yang terkena tombak dan berdarah, maka darah tersebut bisa menyuburkan tanah yang berarti akan panen dan sukses. Tapi sebaliknya, jika ada salah satu pemain yang mati, maka korban tersebut berarti mendapat hukuman dari para dewa karena telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.

Baca juga: Tradisi Ruwatan Ritual Penyucian Dosa Dalam Budaya Masyarakat Jawa

Pelaksanaan Tradisi Pasola sendiri sebetulnya merupakan bagian dari ritual kepercayaan Marapu (agama lokal masyarakat Sumba). dalam kepercayaan Marapu, elemen terpenting adalah menjaga keharmonisan antara manusia dengan nenek moyangnya. Sebab, arwah nenek moyang inilah yang akan membawa kesuburan dan kemakmuran bagi mereka.

Dalam permainan ini, para peserta telah menyiapkan tongkat kayu khusus sepanjang 1,5 meter dengan diamater 1,5 centimeter. Meskipun tongkat tersebut dibiarkan tumpul, tak jarang permainan ini melukai para pesertanya, bahkan bisa memakan korban jiwa. Darah yang mengucur di arena Pasola dianggap bermanfaat bagi kesuburan tanah dan kesuksesan panen. 

Baca juga: Mengenal Tari Wutukala yang Dinamis dan Penuh Makna Kehidupan Asal Papua Barat

Sementara apabila terdapat korban jiwa, maka korban tersebut dianggap mendapat hukuman dari para dewa karena telah melakukan suatu pelanggaran.


Share :