Ekstrim! Tradisi Ritual Potong Jari Suku Dani di Papua yang Mulai Ditinggalkan

Ekstrim! Tradisi Ritual Potong Jari Suku Dani di Papua yang Mulai Ditinggalkan

Dedi Sutiadi
2020-05-31 20:30:00
Ekstrim! Tradisi Ritual Potong Jari Suku Dani di Papua yang Mulai Ditinggalkan
Tradisi Ritual Potong Jari Suku Dani di Papua

Setiap suku di Indonesia memiliki ritual tersendiri untuk menunjukkan rasa duka akibat kehilangan anggota keluarganya. Mulai dari ritual biasa hingga yang cukup ekstrem seperti yang dilakukan oleh Suku Dani. 

Bagi suku yang bermukim di Papua ini, kebersamaan sangatlah penting. Oleh sebab itu, saat kehilangan anggota keluarga, mereka akan segera memotong ruas jarinya. Tradisi ini dikenal sebagai Iki Palek.

Tradisi yang terbilang ekstrim ini memang sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani. Potong jari adalah tradisi untuk menunjukan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga. Bagi suku Dani jari mempunyai arti yang lebih dalam, disimbolkan sebagai bentuk kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga.

Baca juga: Air Terjun Kalijodoh, Dapat Membentu Kamu yang Jomblo Mendapatkan Jodoh, Ayo Buktikan!

Jika digabungkan, bentuk dan panjang jari memiliki kesatuan dan kekuatan untuk meringankan beban semua pekerjaan. Masing-masing jari bekerja sama sehingga tangan dapat berfungsi dengan sempurna. Jika kehilangan salah satunya, itu berarti kebersamaan dan kekuatan akan berkurang. 

Biasanya anggota suku Dani akan menggunakan kapak atau pisau tradisional untuk memotong jarinya. Terkadang, mereka mengikat jari dengan seutas tali selama beberapa waktu sampai aliran darah berhenti. Ketika aliran darah telah berhenti barulah pemotongan jari dilakukan.

Baca juga: Mengintip Karst Terbesar dan Terindah ke-2 di Dunia dari Sulsel

Rasa sakitnya memang tidak bisa dibayangkan. Tradisi Iki Palek kini sudah mulai menghilang akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan agama.


Share :