Ini 8 Hal Pantangan Ibu-ibu Suku Dayak saat Hamil, Salah Satunya Pantang Menyebut Usia Kehamilan

Ini 8 Hal Pantangan Ibu-ibu Suku Dayak saat Hamil, Salah Satunya Pantang Menyebut Usia Kehamilan

Ekel Suranta Sembiring
2020-05-29 14:52:42
Ini 8 Hal Pantangan Ibu-ibu Suku Dayak saat Hamil, Salah Satunya Pantang Menyebut Usia Kehamilan
Ilustrasi Hamil (foto: Tempo.co)

Suku Dayak di Kalimantan merupakan kaya dengan mitos. Salah satunya mitos saat sang ibu Suku Dayak sedang hamil. 

Diketahui, hamil adalah hal yang normal dan menjadi kewajiban bagi seorang istri. Dan saat pasangan suami istri sedang mendambakan kehadiran anak, berita kehamilan menjadi berita yang sangat menggembirakan. 

Maka, ketika kehamilan itu tiba, perubahan perilaku bagi suami istri, khususnya sang istri pun berubah, atau diharuskan berubah. Sikap yang mudah dilakukan adalah sikap kehati-hatian. Tujuannya, adalah untuk keselamatan dan kesehatan sang janin dalam kandungan.

Untuk perubahan sikap atau keharusan sikap ini bukan hanya terjadi pada manusia modern zaman ini, tetapi sejak dulu kala, di zaman leluhur. Dan sikap-sikap yang dijalankan para leluhur itulah yang diteruskan hingga hari ini, dan bahkan seperti wajib diikuti kaum ibu hamil zaman modern ini.

Nah, Ibu-ibu Suku Dayak ketika sedang hamil ada 9 pantangan yang harus dia tidak melanggar agar proses kemilan dan saat melahirkan nanti dapat selamat dan sang janin sehat.

Sudah tahu kah 9 pantangan itu? yang belum tahu simak berikut ini!

1. Pantang keluar pada waktu senja hingga magrib

Ibu hamil dalam suku Dayak, pantang keluar rumah pada senja sampai malam. Kenapa, karena diyakini saat itu merupakan saat dimana ilmu jahat atau semacam jejadian bernama ‘kuyang’ berwujud kepala terbang atau jin-jin muncul dimana ibu hamil sering menjadi targetnya.

2. Pantang mengenakan bahan yang mengikat leher

Dipercaya apabila calon bapak atau ibu mengenakan bahan, misalnya kain, handuk atau tas yang melilit leher, anak yang keluar nanti juga lehernya akan terlilit tali pusar. 

3. Pantang menyebutkan usia kehamilan

Perempuan Dayak dilarang menyebutkan usia kehamilannya pada orang asing. Alasannya adalah untuk menghindari kelahiran yang ‘dikunci’. Dikunci di sini istilahnya adalah dibuat supaya tidak kunjung melahirkan, alasannya mungkin karena dendam di masa lalu sehingga usia kehamilan merupakan hal yang tidak boleh disebutkan sembarangan. 

Tidak jarang orang-orang Dayak akan menjawa,”baru-baru saja” untuk menyebutkan kehamilan muda. Atau menyebutkan, ”lagi nunggu waktunya” untuk menjawab usia kehamilan yang sudah tua.

4. Pantang  membunuh hewan atau makhluk apa pun

Pantangan membunuh hewan atau apa pun dari istri atau suami yang istrinya sedang hamil, ini boleh dikatakan semua suku sama. Namun apabila harus, calon orangtua hendaknya membatin dalam hati sambil mengajak calon bayi untuk ikut serta misalnya membatin “ayo nak kita kerjakan ini” sebelum membunuh binatang yang terpaksa harus dibunuh. Kalau orang Dayak bilang, amit-amit dulu.

5. Pantang mengasah pisau tanpa air

Mengasah pisau tanpa air dianggap akan berakibat ‘manak teah’ ini adalah suatu kondisi dimana proses kelahiran menjadi sulit karena teah atau kering. Tidak ada air ataupun darah dan sangat menyakitkan. Ini seram kan ya, secara proses melahirkan sendiri merupakan proses hidup dan mati. 

Baca Juga: Mustika Rantai Babi, Benda yang Bisa Meningkatkan Kesaktian Manusia, Benarkah?

6. Pantang menjelek-jelekan orang lain

Intinya orang tua atau ibu yang sedang hamil, harus menjaga mulut untuk tidak berbicara yang jelek-jelek. Karena, anak dalam kandungan memiliki hubungan yang benar-benar tidak terpisahkan dengan ibunya. Sehingga, sikap kurang baik dari sang ibu bisa diikuti atau ketularan ke anak. 

Apalagi di tanah Dayak yang masih mengenal sistem jipen atau sanksi bagi permasalahan yang menyangkut orang lain. Beban moral juga menjadi penekanan di sini. Calon orangtua yang menjelek-jelekkan orang lain dipercaya akan menyebabkan sang bayi menjadi mirip dengan orang yang dijelek-jelekkan oleh orangtuanya.

7. Pantang mandi terlalu sore/malam

Ibu hamil dilarang mandi sore atau malam. Kenapa? Karena menurut orang orang tua ini bisa mengakibatkan air di ketuban menjadi banyak. Mungkin masih termasuk mitos karena penyebab air ketuban tentunya tidak karena sering mandi. Tetapi, itulah salah satu mitosnya.   

8. Pantang bermalas-malasan

Orang Dayak percaya bahwa keluarga yang menanti kelahiran buah hati tidak boleh sering bermalas-malasan dan hanya tidur-tiduran, karena berpengaruh pada janin. Selain memerlambat proses kelahiran, kegiatan bermalas-malasan ini dianggap kelak akan menghasilkan anak yang juga malas sehingga untuk doa terbaik bagi calon buah hati, kita harus tetap bekerja seperti biasanya namun tidak boleh diforsir terlalu berat, sewajarnya saja.

Baca Juga: Makhluk Puake, Penunggu Sungai Kapuas di Kalbar, Meminta Tumbal di Waktu Tertentu, Benarkah?

Sedangkan, bagi kebanyakan suku, ibu hamil yang cenderung malas-malasan, umumnya dikatakan itu karena bawaan. Janin perempuan membuat ibu hamil cenderun malas-malasan, sebaliknya janin laki-laki cenderung rajin.

Hamil hingga 10 bulan, sang ibu hamil harus setiap pagi berperilaku seperti sapi, yaitu jalan berjongkok sambil makan rumput. Ini paling aneh bukan? Supaya janin dalam kandungan tidak berperilaku seperti kerbau atau sapi. Apakah benar mitos terakhir ini, iya, belum dilakukan penelitian.


Share :