Masyarakat percaya Menteri BUMN Erick Thohir mampu mempersiapkan masterplan pembangunan industri farmasi dalam negeri. Membuat obat-obatan dan alat kesehatan dengan memaksimalkan sumber daya dalam negeri sendiri. Hal ini penting untuk Indonesia agar terlepas dari ketergantungan impor dan juga jeratan mafia.
Kelompok masyarakat yang menamakan diri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) mengungkapkan bahwa wabah virus corona telah menyadarkan kita akan pentingnya mempersiapakan industri farmasi dalam negeri.
Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Viktor S. Sirait mengatakan wabah covid-19 ahrus menjadi pelajaran penting bagi bangsa Indonesia untuk lebih siap dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan dalam negeri.
Menurutnya evaluasi yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo hanrus menjadi catatan penting untuk sektor kesehatan. Dirinya juga menukil apa yang pernah disampaiakn Menteri UMN Erick Thohir pentingnya membangun industri farmasi sendiri.
"Seperti yang pernah juga disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir, ketergantungan Indonesia dengan bahan baku impor menyebabkan banyaknya munculnya praktik-praktik kotor. Kalau ini tak dibenahi Indonesia tak akan pernah siap memenuhi kebutuhan farmasi sendiri," katanya.
Karena itu dia mendorong BUMN yang membidangi sektor farmasi untuk segera mempersiapkan diri membangun industri farmasi. Mengajak banyak pihak, bekerja sama membuat obat dan alat kesehatan di dalam negeri dengan bahan baku juga dari dalam negeri.
"Saya yakin kita punya kemampuan untuk mandiri dalam bidang farmasi. Kita punya sumber bahan baku, tenaga kerja yang cukup, dan faktor pendukung lainnya untuk membangun industri tersebut," ujarnya.
Dirinya percaya Erick Thohir sebagai Menteri BUMN mampu merealisasikan hal tersebut. Memberantas praktet kotor mafia alkes dan juga melepaskan bangsa Indonesia dari ketergantungan impor.
"Kami percaya komitmen dan keseriusan Pak Erick Thohir untuk membenahi dan mempersiapkan industri farmasi dan alkes ini dengan baik ke depan," ujarnya.