Begini Cara Bersahabat dengan Musibah Ala Imam Besar Masjid Istiqlal

Begini Cara Bersahabat dengan Musibah Ala Imam Besar Masjid Istiqlal

Ahmad
2020-05-05 14:29:25
Begini Cara Bersahabat dengan Musibah Ala Imam Besar Masjid Istiqlal
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Nasaruddin Umar yang merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta mengatakan, penderitaan adalah salah satu ujian kenaikan kelas. 

Dengan demikian, tanpa ujian biasanya tidak ada kenaikan kelas. Hanya saja masih jarang orang menyadari bahwa musibah dan penderitaan adalah ujian kenaikan kelas. 

Lebih lanjut, dia kemudian teringat pada suatu kisah saat Nabi Yusuf berdoa: "Rab al-sijn ahbbu ilaiyya" (Ya Allah penjara aku lebih sukai) (Q.S. Yusuf/12:33). 

Ini diungkapkan ketika ia dipaksa oleh raja melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya. Ia memilih hidup menderita di ruang gelap dan sempitnya penjara ketimbang gemerlapnya istana yang ditawarkan kepadanya. 

Ternyata bukan hanya Nabi Yusuf, sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia memiliki daftar panjang nama-nama yang rela menderita demi untuk meraih kemerdekaan untuk anak-cucunya. 

Mungkin kita pun pernah mengalami dalam kadar tertentu. Ini membuktikan bahwa ternyata penderitaan tidak selamanya menyakitkan tetapi kadang dirasa lebih asyik, karena boleh jadi merasa sedang bersama dengan Tuhan. 

Banyak orang yang bukan Nabi juga lebih memilih penderitaan secara fisik demi ketenangan batinnya, ketimbang bahagia secara fisik tetapi menderita secara batin.

Musibah, bala, kekecewaan, dan ketidaknyamanan bisa diubah menjadi sebuah kenyamanan, jika suasana batin aktif di dalam hati seseorang. Musibah dan penderitaan yang seharusnya menjadi sesuatu yang merepotkan, mengecewakan, menyakitkan, dan memalukan tetapi ada orang yang berhasil menjadikannya sebagai suatu kenikmatan.

Penderitaan, rasa sakit, kecewa, malu, menderita, dan tertekan hanyalah masalah psikologis. Musibah bisa diajak berkompromi. Musibah bisa dijadikan batu loncatan untuk naik lebih tinggi dari tempat semula. Banyak contoh dalam kehidupan kita musibah dijadikan sebagai hikmah untuk lebih maju, kreatif, dan berhasil. Jangan memusuhi musibah karena pasti terasa lebih sakit. 

Penderitaan atau musibah sesunggunya adalah "surat cinta Tuhan". Tuhan merindukan hamba-Nya tetapi undangannya berupa kenikmatan dan kemewahan tidak digubris, maka Tuhan mengubah surat undangannya dalam bentuk musibah.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00