Ini Fakta-Fakta Plasma Darah Dari Pasien 03 Jadi Obat Corona

Ini Fakta-Fakta Plasma Darah Dari Pasien 03 Jadi Obat Corona

Dedi Sutiadi
2020-04-28 13:55:46
Ini Fakta-Fakta Plasma Darah Dari Pasien 03 Jadi Obat Corona
Pasien nomor 03 yang donorkan plasma darahnya usai sembuh dari Corona. (Foto: Tangkapan layar: Instagram/Ratrianindyajati)

Setelah sembuh dari ganasnya virus corona, Ratri Anindyajati, pasien Corona nomor 03 mendonorkan plasma darahnya untuk membatu kesembuhan para pasien positif corona. Diketahui terapi plasma darah merupakan salah satu metode pengobatan pasien positif corona khususnya bagi mereka yang kondisinya kritis.

Ratri Anindyajati sebelumnya sempat ragu untuk mendonorkan plasma darahnya karena alasan takut. Namun akhirnya Ratri memutuskan untuk mendonor, sambil ditemani sang ibu proses donor pun berjalan baik. 

"Proses pengambilan plasma darahku berhasil dengan lancar dan ternyata gak sebegitu menyeramkannya loh, hehehe. I know, aku katro banget karena penakut banget sampai Ibu harus pegangin tangan sebelah kiri supaya aku tenang dan santai," tulis Ratri dalam akun Instagramnya, seperti dilihat detikcom pada Senin 27 April 2020.

Selama satu jam lamanya Ratri menjalani proses pengambilan plasma darah. Ia berharap melalui plasma darahnya ini pasien Corona yang masih berjuang bisa terbantu.

"Total proses pengambilan 200 cc plasma darah (yg warna putih) berjalan selama hampir 1 jam. Dengan alat khusus yg menyaring plasma darah dari darah merahku," katanya.

Direktur Laboratorium Biologi Molekuler Eijkman (LBME) Prof Amin Soebandrio menjelaskan bahwa terapi plasma darah bisa menjadi salah satu metode pengobatan pasien positif corona. Menuertnya plasma darah yang disalurkan ke tubuh pasien bisa menetralisir virus. namun demikian tambahnya, tidak semua pasien bisa diberikan plasma darah. 

"Utamanya pasien yang kondisinya cenderung lebih berat. Satu donor bisa dipakai untuk satu sampai tiga pasien," kata Prof Amin saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Senin 27 April 2020.

Sementara itu, Ratri pun berharap pasien sembuh Corona lain bisa ikut mendonorkan plasma darahnya untuk membantu pasien Corona lain yang tengah berjuang. Adapun syarat untuk melakukan donor plasma darah, menurut Plasma Protein Therapeutics Association (PPTA), yaitu:

- Donor plasma harus berusia minimal 18 tahun.

- Donor plasma harus memiliki berat setidaknya 50 kilogram.

- Harus lulus pemeriksaan medis.

- Melengkapi skrining riwayat medis.

- Tes non-reaktif untuk virus menular termasuk hepatitis dan HIV.

- Ikuti diet yang disarankan termasuk 50 hingga 80 gram protein harian. 


Share :