Nyatanya wabah corona tidak menyurutkan penjahat untuk tidak beraksi, tapi justru suasana sepi jadi kesempatan terbaik melancarkan akasi.
Walau sempat diberitakan polisi bahwa masa pandemi membuat tingkat kejahatan menurun, ternyata hal itu tidak bertahan lama. Bebera mingu kemudian kasus kejahatan apalagi perampokan justru marak di tengah wabah corona.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan terjadi pergeseran sasaran kriminalitas selama pandemi covid-19. Jika dulu rumah kosong, kini giliran minimart yang jadi sasaran empuk penjahat.
Hal itu rasanya masuk akal mengingat masa pandemi membuat orang tinggal di rumah. Minimarket jadi sasarn karena jam tutup lebih cepat dibanding hari biasanya. Di suasan pandemi minimarket rata-rata tutup pada pukul 22.00 WIB selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
"Sekarang sudah jarang yang membongkar rumah. Mereka mencari tempat-tempat yang kosong, khususnya minimarket," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Senin 20 April 2020.
Dalam hal ini pihak kepolisian menghimbau agar para pengusaha minimarket untuk menggandakan kewaspadaan dan pengamanan, seperti pemasangan CCTV. Menuert Polisi ini akan membantu aparat kepolisian dalam proses penyelidikan.
"Kami sudah menyarankan pengusaha-pengusaha minimarket membantu kita juga. Pertama menyiapkan CCTV, kedua tolong dijaga oleh satpamnya. Karena banyak minimarket-minimarket ini setelah tutup dilepas," papar Yusri.
Selain itu, pihak kepolisian juga menggerakkan babhinkamtibmas setempat untuk mengawasi lingkungan sekitar. Yusri mengatakan pihak kepolisian meningkatkan patroli selama pandemi covid-19.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap sindikat pembobol minimarket yang sudah melakukan aksinya sebanyak 11 kali. Mereka beraksi sejak bulan Februari lalu. Sebelumnya, polisi bahkan melancarkan timah panas ke salah satu pelaku pembobol mini market di Jakarta Timur hingga meninggal dunia.