Pendaftaran tahap pertama peserta kartu pra kerja membludak ditengah pandemi corona hingga 2 juta peserta yang mendaftar. Walau diselesi secara acak, Tim penyeleksi akan memprioritaskan mereka yang kena PHK akibat dampat wabah virus corona.
"Pemilihan [peserta] oleh sistem secara random/acak. Untuk pekerja yang terdampak PHK atau kehilangan pekerjaan, syarat dan ketentuan pendataan dari Kemnaker. NIK yang sudah diusulkan oleh Kemnaker akan didahulukan," jelas Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky, Senin 13 April 2020.
Gelombang pertama akan dilakukan pada Sabtu 11 April 2020 sampai Kamis 16 April hingga pukul 16.00 WIB. Sementara, pengumuman peserta tahap pertama akan dilakukan pada Jumat 17 April 2020.
"Bisa bergabung ke gelombang selanjutnya jika belum berhasil masuk," kata Panji.
Menko Perekonomian Airlanggaa Hartarto menjelaskan, bagi peserta yang belum lolos tahap satu, peserta bisa langsung mendaftar tahap selanjutnya.
"Tidak perlu mengulang dari awal. Akan ada petunjuk di web. Bagi masyarakat yang alami kesulitan untuk mendaftar, maka manajemen pelaksana Kartu Prakerja sediakan layanan masyarakat atau call center di 02125541246. Tiap Senin sampai Jumat 08.00-19.00 WIB. Bisa juga di email di [email protected]," ujar Airlangga pada saat meluncurkan program kartu pra kerja, Sabtu 11 April 2020.
Kemenko Perekonomian mencatat, Hingga hari Minggu 12 April 2020 pukul 16.00 WIB, atau 21 jam setelah pendaftaran dibuka, jumlah yang melakukan Registrasi sebanyak 1.432.133, yang sudah melakukan Verifikasi Email sebanyak 1.063.028 (73,85%), yang sudah melalui Verifikasi NIK sebanyak 624.090 (43,65%), dan yang sudah mengambil program pelatihan atau Join Batch sebanyak 77.834 (5,43%).