India Lockdown, Warga Miskin Takut Kelaparan

India Lockdown, Warga Miskin Takut Kelaparan

Ahmad
2020-03-26 10:40:33
India Lockdown, Warga Miskin Takut Kelaparan
Keadaan terbaru di salah satu sudut kota di India setelah pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan lockdown akibat corona. Foto: BBC

Pemerintah India telah menerapkan lockdown guna menghentikan laju penyebaran virus corona.  Seluruh warga diminta untuk berada di dalam rumah, namun bagi kaum miskin langkah ini bukanlah pilihan. 


Seperti suasana Labour Chowk di Noida biasanya riuh oleh suara ratusan orang yang mencari kerja sebagai tukang bangunan. Sekedar informasi, Labour Chowk di Noida merupakan persimpangan kecil di kawasan pinggiran Delhi itu merupakan tempat para kontraktor mencari tukang-tukang.


Lalu bagaimana nasib warga miskin di sana?


Ramesh Kumar yang merupakan seoranhg warga dari Distrik Banda di Negara Bagian Uttar Pradesh, mengaku paham tidak akan ada orang yang memperkerjakannya di tengah pandemi corona dan lockdown pemerintah India. 


"Saya mendapat 600 rupee (sekitar Rp127.000) setiap hari dan saya harus memberi makan lima orang. Kami akan kehabisan makanan dalam beberapa hari. Saya tahu risiko virus corona, tapi saya tidak bisa melihat anak saya kelaparan," paparnya, dilansir dari BBC, Kamis 26 Maret 2020.


Hal tersebut juga dirasakan oleh jutaan buruh harian semejak kebijakan lockdown diumumkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi pada Selasa 24 Maret 2020.


Sebagai tambahan, setidaknya 90% tenaga kerja India berada di sektor informal, berdasarkan data Organisasi Pekerja Internasional (ILO). Mereka bekerja, misalnya, sebagai petugas keamanan, pembersih, tukang becak, pedagang kaki lima, pengumpul sampah, dan pekerja rumah tangga.


Sebagian besar tidak memiliki akses ke dana pensiun, izin sakit, cuti, dan asuransi apapun. Kebanyakan tidak punya rekening bank dan mengandalkan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Sekedar informasi, India melaporkan lebih dari 500 kasus positif corona dan sedikitnya 10 di antara mereka meninggal dunia.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30