Pedagang Cilok Nekat Berjualan di Tengah Wabah Corona, Dedih: Anak-Istri Butuh Makan

Pedagang Cilok Nekat Berjualan di Tengah Wabah Corona, Dedih: Anak-Istri Butuh Makan

Dedi Sutiadi
2020-03-23 20:45:00
Pedagang Cilok Nekat Berjualan di Tengah Wabah Corona, Dedih: Anak-Istri Butuh Makan
Olustrasi pedagang cilok. (Gambar: Istimewa)

Wabah virus corona yang tengah melanda tak membuat surut niat pedagang cilok keliling ini berjualan. Di saat masyarakat kebanyakan tengah melakukan social distancing seorang pedagang cilok keliling di garut tetap harus berjualan keliling kampung demi menafkahi keluarga.


Pedagang tersebut beranama Dedih (49), seorang pedagang cilok yang kerap berkeliling di kawasan Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.


"Tetap berjualan karena ini mata pencaharian saya. Kalau tidak ya gimana keluarga saya makan," ucap Dedih saat berbincang di kawasan Cimanganten, Tarogong Kaler, Senin 23 Maret 2020.


Alasan dirinya tetap berjualan di tengah wabah virus corona adalah demi menafkahi keluarga. Dedih biasanya berjualan di sekolah-sekolah yang berada di daerah Terogong. Namun karena sekolah diliburkan karena kebijakan social distancing dirinya harus menjajakan dagangan dengan berkeliling kampung.


"Kalau sekarang lebih sering ke perum. Sekolah kan libur," ucap Dedih.


Dampak virus corona yang tengah melanda begitu dirasakan pedagang cilok tersebut. Dirinya mengaku pasca mewabahnya virus mematikan ini pengahasilannya turun drastis dari biasanya. 


"Ampun sekarang sepi sekali. Sekolah kan libur, sedangkan saya kan andalannya jualan di situ. Saya biasa jualan jam 10, sekarang baru dapat penglaris itu jam 1. Jam 1 itu baru dapat Rp 10 ribu," katanya. 


Namun demikian, kebijakan pemerintah untuk menghimbau masrakat untuk melakukan social distancing guna mencegah penyebaran pandemi virus Corona tetap ia dukung. 


Kalau keputusannya (imbauan pemerintah) begitu ya saya mendukung saja. Tapi kalau berhenti jualan rasanya sulit," tutup Dedih.


Share :