Pom Bensin Mini atau sering disebut Pertamini di Porbolinggo meledak. Pertamini ini milik pasangan suami-istri Ladiyo dan Mala.
Menurut Kades Sebaung Misnaji, Kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik yang menimbulkan percikan api dan menyambar tong penyimpanan BBM.
“Ledakan diduga lantaran korsleting listrik. Sebelum ledakan diduga ada percikan api akibat korsleting listrik. Kemudian, percikan api ini mengenai tong tempat menyimpan BBM. Sehingga terbakar dan meledak,” kata Misnaji di lokasi kejadian, Minggu 22 Maret 2020.
Ledakan ini memakan dua korban tewas. Sementara 50 Korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh.
Menurut A salah satu korban yang dilarikan ke rumah sakit swasta Kecamatan Dringu mengatakan, terjadi ledakan sebanyak tiga kali.
"Lalu ada ledakan kedua, warga tambah banyak. Ledakan ketiga saya terpental dan setengah sadar, tubuh saya panas luka bakar," kata A.
Sementara menurut I korban lainnya mengatakan, waktu kejadian tersebut jalanan sedang macet.
"Waktu kejadian saya mau rapat ke kantor naik motor. Saya kaget melihat ada api dan asap, terjadi kemacetan di jalan," kata dia.
I menambahkan, ledakan itu terjadi saat dirinya melihat ada api dan asap. Dirinya merasa pusing dan sakit.
"Tiba-tiba ada ledakan, sangat keras. Saya pusing, lalu saya pergi ke pinggir jalan, motor digeletakan begitu saja. Tangan saya luka bakar," kata I yang dirawat di salah satu RS swasta itu.