Setelah WHO menetapkan virus
corona sebagai pandemi global dan semakin merebaknya virus corona di Indonsia,
berbagai institusi pendidikan mulai menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara
sampai waktu yang belum ditentukan.
Pada Jumat, 13 Maret 2020, Universitas
Indonesia mengumumkan jika perkuliahan tatap muka dihentikan sementara dan diganti
dengan perkuliahan jarak jauh mulai tanggal 18 Maet 2020. Bahkan kegiatan
lainnya seperti Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Belajar Lapangan ditunda.
Sekolah Pelita Harapan (SPH) diketahui
juga terlebih dulu menghentikan KBM mulai 16 Maret hingga 6 April 2020. KBM
diganti dengan metode online.
"Ini bukanlah merupakan
respon darurat, namun merupakan langkah pencegahan yang kami ambil untuk
melindungi komunitas sekolah kami," ujar Matthew Mann, Koordinator dari
seluruh cabang SPH.
Sejak Selasa 10 Maret 2020, Kepala
Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan jika sebanyak enam
sekolah internasional di Jakarta seperti ACG School, Mentari School, Cikal,
Beacon Academy, Taipe School, dan Jakarta Intercurtural School (JIS) telah menutup
sekolahnya akibat virus tersebut.
Selain itu Wali Kota Surakarta FX
Hadi Rudyatmo diketahui juga telah menutup sementara sekolah yang ada di Solo
dan juga menyatakan jika kotanya darurat KLB (Kejadian Luar Biasa) akibat virus
corona.
"Karena masih ujian, untuk
SMA/SMK diliburkan setelah ujian selesai. Tetapi kegiatan PHBS tetap harus
dilaksanakan," ungkap Rudy.