Vietnam telah mengumumkan semua pasien yang terinfeksi COVID-19 yang berjumlah 16 orang, telah sembuh dan keluar dari rumah sakit pada Rabu 4 Maret 2020.
Kemudian, pemerintah juga tidak melaporkan adanya kasus tambahan selama 15 hari terakhir. Kasus terakhir dilaporkan pada 13 Februari.
Sebelumnya, negara Asia ini pertama kali melaporkan kasus pada 23 Januari di Kota Ho Chi Minh. Saat itu ada dua warga negara China, terinfeksi corona.
"Jika pertempuran COVID-19 adalah perang, maka kami telah memenangkan putaran pertama," kata Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam, sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan Vietnam dalam konferensi online dengan pejabat kota dan provinsi.
Tentu saja, laporan yang dilaporkan oleh Vietnam tersebut mengundang pertanyaan dunia. ditambah, saat ini sebanyak 77 negara sudah mengkonfirmasi telah terinfeksi virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.
Dilansir dari CNBC, Kamis 5 Maret 2020, Vietnam sejak dikonfirmasi virus corona masuk ke negaranya, pihak pemerintah langsung mengupayakan untuk melakukan pencegahan dan penyebaran virus tersebut.
Pada 13 Februari 2020, Otoritas Kesehatan Vietnam telah memerintahkan 10.600 penduduk Son Loi untuk dikarantina selama 20 hari. Itu diumumkan setelah lebih banyak kasus dikonfirmasi.
Upaya cepat tanggap pemerintah ini bahkan telah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Para pejabat dan pakar kesehatan WHO mengatakan respons cepat pemerintah Vietnam sangat penting dalam mengatasi krisis di tahap awal.
"Negara ini telah mengaktifkan sistem responsnya pada tahap awal wabah, dengan mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi dan manajemen kasus di fasilitas kesehatan, menyampaikan pesan komunikasi risiko yang jelas, dan kolaborasi multi-sektoral," kata Dr Kidong Park, perwakilan WHO di Vietnam kepada Al Jazeera.
Kemudian, otoritas setempat langsung mengintruksikan untuk mengobati gejala yang dibawa oleh virus corona, seperti demam, hingga meminta pasien menjalani diet ketat dan bergizi. Lebih lanjut, petugas medis juga diperintahkan untuk memonitor tingkat saturasi oksigen dalam darah pasien setelah dikarantina.
Pemerintah Vietnam juga meliburkan sekolah di 63 kota dan provinsi di Vietnam untuk mencegah semakin menyebarnya virus dari Wuhan, China ini di kalangan pelajar.