Kemarau, Petani Jagung Karo Terancam Gagal Tanam

Kemarau, Petani Jagung Karo Terancam Gagal Tanam

Ahmad
2020-02-26 17:30:00
Kemarau, Petani Jagung Karo Terancam Gagal Tanam
Kemarau sepekan belakangan, berdampak pada ancaman gagal tanam di sentra penghasil jagung Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Foto: Istimewa

Tanah Karo. Kemarau dalam kurun waktu sepekan belakangan, membuat petani jagung di dataran tinggi Kabupaten Karo, Sumatra Utara, terancam gagal tanam. Belum adanya sistem drainase yang  pas sasaran, ke areal pertanian tanaman dengan nama  ilmiah Zea Mays ini,  membuat petani harus pasrah dan ketergantungan terhadap curah hujan.


“Sudah seminggu ditanam, tetapi  sampai hari ini belum ada turun hujan. Bukan hanya saya, tetapi petani yang telah menanam pekan lalu, sangat khawatir mengalami gagal tanam musim ini. Tanah sudah sangat kering, kami risau bibit gagal tumbuh” ujar petani jagung Kecamatan Juhar Melhi Tarigan Rabu 26 Februari 2020.


Jika  mengalami gagal tanam, sesuai keterangan Melhi, para petani akan mengalami kerugian jutaan rupiah per hektarnya. Dengan rincian, biaya tractor ulang Rp 1.000.000. Bibit 3-4 sak (satu sak 5 kg,red) dengan variasi harga Rp.400.000- Rp 475.000 (variatif tergantung merek dagang), dan biaya tenaga kerja Rp 200.000/sak bibit.


Tidak jauh berbeda, Riza, petani jagung Kecamatan Tiga Binanga juga menuturkan hal yang tidak jauh berbeda. Menurut Riza, untuk menghindari gagal tanam, dirinya untuk sementara menunda penanaman. Ia memilih menunggu turunnya hujan, untuk menghindari dampak kerugian materi. Namun demikian sambungnya, resiko tanam belakangan adalah serangan hama.


“Jika tidak mengikuti tanam serentak resikonya  lumaya tinggi. Serangan hama ulat, tikus, kera, atau lainnya cukup riskan. Petani lain sudah panen,  kemungkinan besar dan biasanya hama beranjak ke areal pertanaman kita. Jadi menanam belakangan menunggu hujan, juga bukan suatu jaminan pasti akan berhasil. Semoga kedepannya ada solusi konkrit dari pemerintah”, ujar Riza


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Karo-Karo  melalui telepon selularnya mengatakan, pihaknya masih melakukan kajian terkait penanggulangan masalah gagal tanam akibat kemarau yang senantiasa berulang. Sehubungan pembangunan embung di sejumlah kawasan sentra jagung Karo, Dinas Pertanian Karo menganggap kurang efektif.


“Pembangunan embung untuk menanggulangi masalah gagal tanam ketika kemarau, dinilai kurang ekonomis. Bahkan menambah cos  biaya produksi. Embung dapat menambah konflik internal petani. Pembagian air dari embung menuai permasalahan, termasuk biaya operasional (minyak mesin pompa), jadi harus dikaji lebih jauh lagi”, ujar Metehsa.


Koresponden Medan: Eben Pinem 

Editor: Ahmad Mikail 


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00