Musim penghujan guyur Ibukota Jakarta pada awal tahun 2020 ini. Bahkan Jakarta sudah beberapa kali alami banjir pada awal tahun ini.
Banjir tersebut pun menjadi polemik yang tak kunjung rampung. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun jadi sorotan. Di Sosial Media Twitter, nama Anies dibully. Namun, Anies menyatakan pihaknya sudah bekerja sejak dini hari.
"Jadi sejak dini hari seluruh jajaran Pemprov bekerja di lapangan," kata Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.
Anies memerinci kerja Pemprov DKI Jakarta sejak dini hari itu. Pertama, pemprov melakukan evakuasi. Anies meminta publik mengizinkannya fokus bekerja.
"Penanganannya sedang kami kerjakan, karena itu kalau boleh izinkan kami bekerja sehingga fokusnya pada warga Jakarta," lanjut Anies.
Yang tak kalah jadi polemik, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui DPRD DKI resmi membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menangani banjir yang melanda ibukota.
Lantas, ide tersebut polusi atau frustasi? Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengungkapkan pendapatnya.
Nirwono menyebut pembentukan pansus tersebut diduga sarat muatan politis sehingga sebaiknya DPRD DKI turun langsung mendengarkan aspirasi warga terdampak banjir.
"Dari pada siapkan pansus, anggota DPRD harusnya terjun kepada konstituen terdampak banjir jadi anggota DPRD tahu apa yang diinginkan masyarakat untuk disampaikan kepada Gubernur," kata Nirwono di Jakarta, Rabu 15 Januari 2020 lalu.
Bagaimana pendapat Anda?