Hujan kembali mengguyur Jakarta sejak Sabtu 22 Februari 2020 malam sampai dini hari. Hujan tersebut melumpuhkan hampir semua ruas jalan di Jakarta. Bahkan, transportasi umum seperti KRL dan TransJakarta harus melakukan rekayasa jalur.
Dilansir dari aku Twitter, @TMCPoldaMetro, Minggu 23 Februari 2020, sejumlah ruas jalan di Jakarta masih tergenang oleh banjir. Seperti, banjir setinggi 80 centimeter menggenangi di Jl. Raya Kayu Putih Jakarta Timur dan menyebabkan tidak bisa dapat dilintasi semua jenis ranmor.
"11:14 #Banjir 80 cm di Jl. Raya Kayu Putih Jakarta Timur, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis ranmor," tulis akun @TMCPoldaMetro.
Lebih lanjut, banjir juga rupanya menggenangi setinggi 50-60 centimeter di Jalan Raya Bekasi.
"11:08 #Banjir 50-60 cm di depan Palad Jl. Raya Bekasi #Jakarta Timur, bagi kendaraan sejenis sedan dihimbau agar tidak melintas," kata akun tersebut.
Banjir setinggi hampir mendekati 100 centimeter juga kembali menggenangi wilayah Kemang Jakarta Selatan.
"10:49 Banjir 80-100 cm di depan Pasar Jagal Jl. Kemang Utara 9 #Jakarta Selatan, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis ranmor," cuit akun tersebut.
Lebih lanjut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja menerbitkan peringatan dini cuaca untuk seluruh wilayah Indonesia dibeberapa daerah mulai 22-24 Februari 2020.
Dalam peringatan dini tersebut, BMKG memperikrakan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan mengalami hujan lebat disertai angin kencang dan kilat atau petir hingga Senin 24 Februari 2020.
Potensi cuaca serupa juga diprediksi, BMKG melanjutkan juga akan terjadi di sejumlah wilayah antara lain Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua.
Di Jakarta, Pintu Air Manggarai saat ini telah berstatus siaga 2 lantaran hujan dengan intesitas lebat mengguyur Jakarta pada Sabtu 22 Februari malam samnpai dini hari.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dikutip Antara mengatakan, status siaga juga terjadi untuk tiga pintu air lain yang terhubung dengan Banjir Kanal Barat, Sungai Sunter, dan aliran Ciliwing.
Sementara BPBD DKI Jakarta menyatakan, ada 10 jalan yang tergenang akibat hujan berintensitas lebat. BPBD DKI juga mencatat hingga pagi ini ada 23 kecamatan dengan 36 kelurahan dari 1.750 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian 10 hingga 60 cm.