Menteri BUMN, Erick Thohir membentuk sub holding BUMN farmasi dalam rangka menciptakan ketahanan kesehatan dan mengurangi impor obat.
"Sub holding BUMN farmasi baru terbentuk periode Kabinet Indonesia Maju sekarang. Jadi ini merupakan salah satupencapaian Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, bahwa Kementerian berhasil membuat sub holding," ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga di Jakarta.
Arya menjelaskan, pembentukan holding farmasi ini dilakukan karena melihat semakin pesatnya pertumbuhan industri tersebut. “Pertumbuhan biaya kesehatan negara hampir selalu dua kali lipat dari pertumbuah ekonomi negara. Jadi kalau Indonesia (pertumbuhan ekonominya) 5 persen maka biaya kesehata dua kali lipatnya. Jadi industri farmasi prospeknya besar banget,” kata Arya.
Selain itu, lanjut Arya, holding farmasi ini diharapkan mampu menekan impor. Dengan begitu, neraca perdagangan Indonesia bisa lebih baik lagi ke depannya. “Dengan subhoding ini terbangun kemandirian obat dan alat (kesehatan) yang sampai hari ini 90-94 persen masih impor, sementara Indonesia ini sumber keanekaragaman hayati, jadi bisa diodiversiti,” ucap dia.