Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, program hunian tanpa uang muka alias down payment (DP) nol rupiah dianggap tidak mendidik dan memberatkan masyarakat.
Tanpa adanya uang muka, menurut Erick, generasi milenial akan malas menabung dan terperangkap dengan beban angsuran pokok kredit kepemilikan rumah (KPR) dan porsi bunga yang membengkak. Program rumah DP Rp 0 sebelumnya dicanangkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan.
Program tersebut merupakan janji kampanye anis saat mencalonkan diri sebagai Gubernur. Adapun program penyediaan rumah yang dicanangkan pemerintah pusat bakal tetap memudahkan masyarakat memiliki rumah.
Erick belum mau merinci bagaimana skemanya, hanya saja nantinya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN tetap bakal jadi ujung tombak penyaluran KPR bagi milenial ini.
Erick juga khawatir, dengan DP 0% rumah itu tidak dibeli generasi muda namun trader. Untuk itu, Erick akan lebih mendorong program penyediaan rumah yang dicanangkan pemerintah pusat, agar memudahkan masyarakat memiliki rumah.
Sebagai informasi, pemerintahan Jokowi sejak 29 April 2015 lalu. Berdasarkan data Kementerian PUPR sampai dengan pemerintahan Presiden Jokowi jilid 1, program sudah tercapai 4.792.318 unit. Erick mengatakan merasa program tersebut penting. Pasalnya, program tersebut memberikan peluang besar kepada milenial dalam membeli rumah.
Penulis: Anas Fadli