DKI Jakarta menjadi tuan rumah atas peluncuran proyek Climate Resilience and Inclusive Cities (CRIC) untuk Wilayah Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik yang diselenggarakan Uni Eropa (EU) berkolaborasi bersama Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik (United Cities and Local Government Asia Pacifis atau IC:G ASPAC).
Acara ini dihadiri lebih dari 80 perwakilan dari 20 Pemerintah Daerah di Indonesia, Kementerian, Badan Pembangunan Daerah tingkat lokal dan nasional, organisasi mitra, serta institusi akademik, dilansir dari beritajakarta.
Proyek besutan Uni Eropa (EU) diharapkan dapat menyusun strategi khusus bagi pemerintah daerah untuk membentuk ketahanan kota dalam menghadapi perubahan iklim.
Acara peluncuran proyek dilakukan Dr. Ruanda Sugardiman selaku Direktorat Jenderal Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi sebagai Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC dan Hans Farnhammer mewakili H.E Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Rabu 29 Januari 2020.
Pada sesi pembukaan sambutan H.E Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia disebutkan, kota merupakan kontributor utama emisi karbondioksida terutama dalam penggunaan energi untuk memasak, pendinginan, industri, transportasi, dan pemanasan yang berkontribusi hingga 70 persen dari emisi C02 global.
Oleh karena itu, program mitigasi dan adaptasi diperlukan untuk menahan dampak negatif perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
“Orang-orang yang tinggal di area perkotaan semakin berisiko terkena dampak bencana alam dan terdampak akan kejadian-kejadian terkait iklim. Hal ini menyebabkan terjadinya pemusatan resiko karena lokasi yang paling berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi justru amat beresiko,” kata Hans, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
Direktorat Jenderal Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hiduo dan Kehutanan, Dr. Ruanda Sugardima, menyampaikan, kegiatan proyek baru ini berdampak sangat signifikan dan membantu capaian Indonesia untuk menurunkan emisi dalam rangka pemenuhan national determined contribution.
Ia menyebutkan bahwa Indonesia mampu menurunkan emisi sebesar 29 persen dari upaya dan dana-nya sendiri, dan bisa meningkat hingga mencapai 41 persen apabila ada dukungan dari internasional.
Deputi Gubernur Jakarta Bidang Pencatatan Sipil dan Permukuman, Suharti menuturkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menciba mengintegrasikan keberlanjutan dan ketahanan ke dalam seluruh elemen manajemen perkotaan dalam mengelola air, sampah, mobilitas dan juga proses konsumsi serta produksi yang terjadi di kota.
Aktivitas utama projek CRIC bertujuan untuk memperbaiki kapasitas institusi, pembiayaan dan administratif kota-kota dan pejabat lokal melalui peer-to peer learning dan aktivitas pertukaran pengetahuan, pengembangan rencana aksi lokal untuk ketahanan iklim dan kota inklusif, dan penyusunan aktivitas pelatihan komunikasi dan pengembangan kapasitas.
Penulis: Tri Putra Alexander