Fakta Gambar Pakaian Adat China di Uang Baru Rp 75.000, Ternyata dari Kaltara

Fakta Gambar Pakaian Adat China di Uang Baru Rp 75.000, Ternyata dari Kaltara

Ahmad
2020-08-18 09:42:16
Fakta Gambar Pakaian Adat China di Uang Baru Rp 75.000, Ternyata dari Kaltara
Foto: Turnbackhoax.id

Telah beredar narasi yang menyebutkan ada gambar anak yang menganakan pakaian adat China di uang baru Rp 75.000. 

Tentu saja, narasi tersebut membuat publik gempar.

Seorang warganet melalui akun Twitter @Rianaaa_na09 menanyakan salah satu model pakaian yang dia tidak tahu.

"Ini uang pecahan 75000 yang dikeluarkan BI hari ini. Itu yang tengah pakaian adat mana ya ada yang tahu?" tanya pengguna Twitter @Rianaaa_na09.

Baca Juga: Fakta-fakta Uang Kemerdekaan Baru Pecahan Rp 75.000

Pertanyaan tersebut mendapatkan banyak respons dari publik. Namun, salah seorang warganet menuliskan sebuah jawaban yang membuat publik tercengang.

Dia menyebut bahwa pakaian adat dalam pecahan Rp 75.000 itu adalah pakaian adat dari Negeri Tirai Bambu China.

"Itu mah jelas adat China.. selama ane belajar di sekolah sampai sekarang, baru tahu ada baju adat kayak bangsa China. #PantasNGOTOT bikin uang 75 ribuan," tulis akun @SalimBo77555895.


Setelah di telusuri lebih lanjut melalui laman Turnbackhoax.id, Selasa 18 Agustus 2020.

 Klaim yang menyebut ada gambar anak mengenakan pakaian adat China di uang pecahan Rp 75.000 adalah klaim yang salah. Faktanya, gambar tersebut bukanlah pakaian adat China melainkan pakaian adat dari Suku Tidung, Kalimantan Utara.

Salah satu akun Facebook Sejarah Tidung mengunggah foto anak mengenakan pakaian adat Suku Tidung dengan foto uang pecahan Rp 75.000.


Gambar anak dengan pakaian adat di uang pecahan Rp 75.000 sama persis dengan pakaian adat Suku Tidung.

Skedar informasi, Suku Tidung merupakan suku yang berada di bagian utara Pulau Kalimantan. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia (negeri Sabah).

Pakaian adat Suku Tidung terdiri Pelimbangan dan Kurung Bantut (pakaian sehari-hari), Selampoy (pakaian adat), Talulandom (pakaian resmi) dan Sina Beranti (pakaian pengantin).

Baca Juga: Fakta Dibalik Jepang Masuk Jurang Resesi, Terburuk Sejak 1995

Pakaian adat Suku Tidung kini telah diakui secara resmi menjadi pakaian daerah Kota Tarakan seiring dengan perubahan status Tarakan dari kota administratif menjadi kotamadya.

Pakaian adat Suku Tidung menjadi identitas etnis sekaligus identitas Kota Tarakan.

Dilain kesempatan,  Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, uang pecahan khusus ini memiliki makna yang sangat dalam.

Dia bilang uang kertas ini melambang jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar.

"Tema besar dalam desain Uang Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI adalah mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebinekaan dan menyongsong masa depan gemilang," kata Perry.

Perry menjelaskan, yang dimaksud dengan mensyukuri kemerdekaan digambarkan dengan peristiwa pengibaran bendera pada saat proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 oleh Proklamator Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta, serta gunungan yang memiliki filosofi pembuka dan permulaan lembaran baru pada halaman depan uang kertas anyar ini.

Sementara yang dimaksud dengan memperteguh kebinekaan adalah digambarkan dengan anak Indonesia menggunakan pakaian adat yang mewakili daerah barat, tengah, dan timur NKRI serta beragam kain motif kain Nusantara yaitu tenun Gringsing Bali, batik kawung Jawa, dan songket Sumatera Selatan yang menggambarkan kebaikan, keanggunan, dan kesucian.






Sumber: Suara, Tribunnews


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00