Mengintip 3 Goa Jepang di Indonesia yang Sering Dihubungkan dengan Mistis

Mengintip 3 Goa Jepang di Indonesia yang Sering Dihubungkan dengan Mistis

Ekel Suranta Sembiring
2020-06-07 17:29:23
Mengintip 3 Goa Jepang di Indonesia yang Sering Dihubungkan dengan Mistis
Goa Jepang di Biak, Papua (foto: R Puspita)

Diketahui Jepang merupakan salah satu negara yang pernah menduduki negara Indonesia selama 3,5 tahun. Saat itu, Jepang banyak membuat bungker atau menempati goa yang sebelumnya memang telah dibuat Belanda, atau bahkan goa alami.

Lewat dari masa penjajahan, bekas bungker Jepang ini masih dapat ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Akrab disebut dengan ' Goa Jepang' di daerah. 

Kesan mistis seringkali melekat pada Goa Jepang, padahal sebenarnya ada sisi sejarah yang menarik untuk disimak. Mengikuti napak tilas perjuangan kemerdekaan Indonesia. Inilah tiga Goa Jepang tersohor di Indonesia:

Baca Juga: Danau Kalimutu di NTT, Danau Indah dan Unik Punya Mitos Dapat Berubah Warna

1. Goa Jepang di Bandung, Jawa Barat 


Goa Jepang di Bandung (foto: rajatourbandung)

Lokasinya berada di Taman Hutan Ir. Juanda di Bukit Dago Pakar, Bandung. Menurut catatan sejarah, kawasan Tahura sebenarnya adalah bekas situs purbakala. Ditemukan berbagai artefak peradaban manusia prasejarah enam ribu tahun silam di Tahura. 

Selain situs purbakala, di Tahura juga terdapat Goa Jepang atau lebih tepatnya Goa Belanda karena Jepang mengambil alih goa ini dari Belanda. 

Goa ini berjarak 300 meter dari pintu utama awalnya dibuat di tahun 1812. Ruangnya diperbanyak tahun 1918 dan dimaksimalkan fungsinya di 1941. Ada 15 cabang lorong di goa, tiga diantaranya menghubungkan dengan pintu masuk.

Awalnya goa ini didesain sebagai terowongan air untuk menggerakkan turbin di PLTA Bengkok (sekarang). Di atas terowongan ini pun terdapat kolam penampungan air. Mengingat letaknya yang strategis, fungsinya dirubah sebagai pusat telekomunikasi. 

Lalu menjadi pusat penyimpanan senjata dan mesiu setelah diambil alih tentara Jepang. Di sini bida ditemui ruang-ruang tempat tahanan, dan radio komunikasi. Goa ini tembus ke bagian belakang bukit yang menjadi jalan tembus ke Maribaya. 

Selain mengambil alih Goa Belanda, Jepang juga membangun goa lain pada 1942. Bentuknya lebih alami dan lebih kecil. Konon goa ini dikerjakan dengan sistem romusha alias kerja paksa pribumi, sehingga menelan banyak korban.

Baca Juga: Goa Jepang di Bandar Lampung, Sering Terjadi Penampakan Gaib

2. Lobang Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat 


Lobang Jepang (foto: Travel-Dream)

Terowongan yang dibuat Jepang 60 meter di bawah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat ini lebih akrab disebut Lobang Jepang oleh warga lokal. Lobang Jepang merupakan wisata andalah di Bukittinggi, dengan total 1,5 kilometer terowongan yang dibuka untuk umum, sisanya ditutup pemerintah.

Untuk masuk ke Lobang Jepang ada dua pintu masuk, satu dari Taman Panorama dan yang ke dua dari pintu masuk samping jalan raya yang mengarah ke Ngarai Sianok. Lobang Jepang saat ini bukan bentuk asli, karena sudah dibangun pemerintah daerah. Dindingnya disemen, bagain alas diberi konblok dan diberi pencahayaan lampu listrik.

Ada 21 lorong di Lobang Jepang yang dahulu difungsikan sebagai barak tentara, ruang sidang, kamar komando, pintu penyergapan, pintu pelarian, sampai dapur pembantaian. 

Lobang Jepang sendiri dibangun pada 1944 dan dilakukan pada malam hari. Para pekerja paksa rata-rata adalah petani luar Bukittinggi yang diculik atau orang Jawa. 

Sehingga warga Bukittinggi sendiri pada era tersebut tidak tahu ada lubang di bawah kotanya. Konon jika jalur Lobang Jepang dibuka, salah satu jalan keluarnya ada dekat Jam Gadang.

3. Goa Jepang di Biak, Papua 


Goa Jepang di (foto: R Puspita)

Berbeda dengan goa atau bunker perlindungan tentara Jepang yang lain, Goa Jepang di Biak ini sejatinya adalah goa alami, bukan goa buatan yang sengaja dibuat. Jadi bisa dibilang Goa Jepang di Biak ini sangat indah, dengan stalagtit yang menggantung di atap goa yang tinggi. 

Konon goa ini dipilih Jepang sebagai tempat perlindungan karena letaknya strategis. Memiliki jalur tembus sampai ke pesisir pantai sehingga mudah untuk pergerakan sekaligus melarikan diri. 

Di balik keindahannya, Goa Jepang di Biak sebenarnya adalah kuburan massal. Tentara Amerika menjatuhkan bom tepat di goa ini. Sebelumnya mata-mata dikirim, sehingga titik jatuh bom sangat tepat di goa. 

Sampai saat ini Goa Jepang di Biak sering dikunjungi oleh orang Jepang. Ada ruang penyimpanan tempat mengumpulkan tulang belulang tentara Jepang korban bom AS, lengkap dengan ruang yang menyimpan segala peralatan perang Jepang dan senjata perang.


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00