China Sebut Hewan Laut Dipakai untuk Aksi Spionase Asing

China Sebut Hewan Laut Dipakai untuk Aksi Spionase Asing

MALDI
2026-06-21 18:40:00
China Sebut Hewan Laut Dipakai untuk Aksi Spionase Asing
Sumber Foto : Istimewa

Pemerintah China kembali mengungkap dugaan aktivitas spionase yang terjadi di wilayah perairannya.


Kali ini, Kementerian Keamanan Negara China mengklaim badan intelijen asing menggunakan cara yang tak biasa, yakni memanfaatkan hewan laut yang dipasangi sensor untuk mengumpulkan informasi penting.


Melalui pernyataan yang diunggah di akun WeChat resminya, kementerian tersebut menyebut perairan China saat ini menjadi lokasi "perang rahasia yang tak terlihat". 


Mereka menuding pihak asing tengah berupaya memetakan kondisi bawah laut menggunakan berbagai teknologi canggih yang dinilai dapat mengancam keamanan nasional.


Salah satu temuan yang disampaikan adalah keberadaan hewan laut, seperti ikan dan kura-kura, yang diduga telah dipasangi perangkat sensor. 


Menurut pemerintah China, alat tersebut mampu merekam berbagai data lingkungan, mulai dari suhu air, tingkat salinitas, hingga arus laut secara real-time sebelum mengirimkannya melalui jaringan satelit ke luar negeri.


Meski mengungkap adanya dugaan tersebut, Kementerian Keamanan Negara China tidak menjelaskan secara rinci lokasi penemuan hewan-hewan itu maupun pihak yang diduga bertanggung jawab memasang perangkat tersebut.


Selain hewan laut, China juga mengaku menemukan pelampung milik lembaga riset kelautan asing yang dilengkapi sensor meteorologi. 


Perangkat itu disebut dapat mendeteksi tanda akustik kapal selam China secara langsung, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pengintaian.


Tak hanya itu, pemerintah China turut menyoroti keberadaan wave glider, kendaraan tanpa awak yang bergerak dengan tenaga ombak dan energi surya. 


Menurut mereka, teknologi tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi laut dan aktivitas kapal yang berkaitan dengan kepentingan militer.


Ini bukan kali pertama China mengungkap dugaan aksi spionase di wilayah perairannya. Sebelumnya, pemerintah juga mengklaim menemukan perangkat yang menyerupai mercusuar di dasar laut yang diduga dapat membantu navigasi kapal selam asing.


Sebagai bentuk pengawasan, pemerintah China bahkan menawarkan imbalan antara 50.000 hingga 500.000 yuan kepada nelayan yang berhasil menemukan perangkat yang diduga digunakan untuk kegiatan mata-mata di wilayah perairan negara tersebut.


Share :