JAKARTA - Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi terkait insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, yang turut melibatkan salah satu kendaraannya.
Melalui keterangan di media sosial, perusahaan menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Green SM menegaskan telah berkoordinasi dengan pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang tengah berlangsung.
Perusahaan juga menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasionalnya, termasuk melalui pengawasan dan peningkatan standar layanan secara berkelanjutan.
Insiden di perlintasan sebidang tersebut diketahui memicu rangkaian kejadian yang berujung tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek. Berdasarkan data terbaru, kecelakaan tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Green SM menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan informasi kepada publik seiring hasil investigasi yang telah diverifikasi oleh pihak berwenang.



