Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa tantangan serius di bidang keamanan siber. Pemanfaatan AI yang semakin luas dinilai dapat membuka celah baru bagi kejahatan digital jika tidak diimbangi dengan sistem pengamanan yang kuat dan berkelanjutan.
Menurut Wamenkomdigi, ancaman siber di era AI tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga makin kompleks. Teknologi AI dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan serangan yang lebih canggih, seperti penyusupan data, manipulasi sistem, hingga pencurian identitas digital dalam skala besar.
Pemerintah menilai penguatan keamanan siber harus menjadi prioritas nasional seiring percepatan transformasi digital. Perlindungan terhadap infrastruktur digital, layanan publik, dan data pribadi masyarakat menjadi aspek penting agar pemanfaatan teknologi AI tetap memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan risiko berlebihan.
Selain penguatan sistem, peningkatan literasi digital masyarakat juga menjadi perhatian. Wamenkomdigi menekankan pentingnya kesadaran pengguna dalam menjaga keamanan data, mulai dari penggunaan kata sandi yang kuat hingga kewaspadaan terhadap potensi penipuan berbasis teknologi AI.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, pengembangan AI diharapkan dapat berjalan selaras dengan upaya pengamanan siber. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, tepercaya, dan berkelanjutan di masa depan.






