Strategi Marketing Blunder: Emy Aghnia Panen Kritik Usai Kaitkan Video Vidi Aldiano dengan Jualan

Strategi Marketing Blunder: Emy Aghnia Panen Kritik Usai Kaitkan Video Vidi Aldiano dengan Jualan

Frida Tiara Sukmana
2026-03-16 17:00:00
Strategi Marketing Blunder: Emy Aghnia Panen Kritik Usai Kaitkan Video Vidi Aldiano dengan Jualan
Netizen Ngamuk! Emy Aghnia Dianggap Tak Punya Empati: Pakai Video Vidi Aldiano Berjuang Lawan Kanker Buat Jualan Produ./Foto: Instagram @emyaghnia

Jakarta - Selebgram Emy Aghnia tengah menjadi buah bibir warganet. Namun kali ini bukan karena prestasinya, melainkan karena sebuah konten promosi yang dianggap "kelewatan" batas simpati. Ia terlihat menyisipkan potongan video Vidi Aldiano yang sedang menceritakan perjuangannya melawan kanker sebagai pengantar untuk menawarkan produk.




Dari Cerita Haru ke "Hard Selling"

Awalnya, konten tersebut terlihat seperti sebuah sharing mendalam. Emy menggunakan cuplikan Vidi Aldiano yang berbicara tentang bagaimana harta dunia tidak lagi berharga saat kesehatan direnggut. Emy bahkan sempat menyeka air mata dan mengaku merasa tertampar karena merasa selama ini hanya mengejar materi.




Netizen Geram: "Sakit Orang Bukan Bahan Konten"

Suasana haru seketika berubah menjadi kritik pedas saat Emy mulai menyambungkan pesan self-love tersebut dengan sebuah produk kecantikan. Warganet menyayangkan keputusan Emy yang membawa-bawa nama jenama (brand) tepat setelah menampilkan video seseorang yang sedang berjuang antara hidup dan mati.




Tudingan Eksploitasi Empati

Kolom komentar Emy pun langsung dibanjiri protes. Banyak yang menilai bahwa menggunakan penderitaan orang lain sebagai "hook" atau pancingan agar orang membeli produk adalah tindakan yang tidak profesional. Warganet menganggap ada garis tegas antara memberikan inspirasi dengan memanfaatkan kesedihan demi keuntungan komersial.




Menunggu Klarifikasi

Hingga saat ini, konten tersebut masih menuai pro dan kontra yang hebat di media sosial. Publik menyayangkan bagaimana seorang pembuat konten besar bisa melakukan kekeliruan dalam membaca sensitivitas sebuah isu kesehatan yang sangat pribadi bagi orang lain.




Share :