Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyambut baik pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI terkait komitmennya dalam memperketat pengawasan terhadap produk kosmetik di Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam menjamin keamanan dan kualitas produk yang beredar di masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat IAI, Noffendri Roestam, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan BPOM dalam memastikan keamanan produk kosmetik di Indonesia.
“Sebagai organisasi profesi yang menaungi apoteker di Indonesia, IAI mendukung penuh upaya BPOM untuk memastikan keamanan produk kosmetik yang beredar di masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, IAI siap berperan sebagai mitra strategis BPOM dalam mengawal keamanan produk kosmetik yang beredar.
“IAI siap menjadi partner strategis BPOM dalam mengawal keamanan produk kosmetik di Indonesia,” tegas apt. Noffendri Roestam.
Noffendri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan tenaga profesional apoteker untuk menciptakan ekosistem industri kosmetik yang lebih aman.
“Kami percaya, kolaborasi antara regulator dan tenaga profesional apoteker akan menciptakan ekosistem yang lebih aman bagi industri kosmetik dan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai tenaga kesehatan, apoteker memiliki tanggung jawab dalam menjamin mutu, keamanan, serta khasiat produk kosmetik.
“Apoteker memiliki tanggung jawab dalam menjamin mutu, keamanan, dan khasiat dari produk kosmetik sebagai salah satu bentuk sediaan farmasi,” jelasnya.
Dalam hal ini, IAI menyoroti peran krusial apoteker dalam industri kosmetik, yang mencakup pengawasan formulasi dan produksi, evaluasi keamanan produk, pengawasan distribusi, edukasi masyarakat, hingga farmakovigilans atau pemantauan efek samping kosmetik setelah beredar di pasaran.
Sebagai bentuk dukungan terhadap BPOM, IAI mengimbau seluruh anggotanya untuk berperan aktif dalam memastikan bahwa setiap produk kosmetik yang dikelola oleh apoteker telah memiliki izin edar resmi dari BPOM. Selain itu, apoteker juga diharapkan melaporkan produk kosmetik yang mencurigakan atau tidak memenuhi standar keamanan kepada BPOM.
Tak hanya itu, IAI juga mendorong anggotanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memilih kosmetik yang aman dan terverifikasi, serta berpartisipasi aktif dalam pelaporan efek samping penggunaan kosmetik.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan produk kosmetik sekaligus memperkuat pengawasan terhadap peredaran kosmetik di Indonesia. Dengan sinergi antara BPOM dan apoteker, ekosistem industri kosmetik yang aman dan berkualitas dapat terwujud demi melindungi kesehatan masyarakat.