Presiden Prabowo : Sekarang Duduk Berdampingan, Nanti Bisa Bersaing

Presiden Prabowo : Sekarang Duduk Berdampingan, Nanti Bisa Bersaing

Ramadhan Subekti
2025-02-26 10:00:00
Presiden Prabowo : Sekarang Duduk Berdampingan, Nanti Bisa Bersaing
Kedekatan Gibran, AHY dan Puan di Kongres Partai Demokrat (Foto: TV One)

Menteri Pertahanan RI sekaligus calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyampaikan pernyataan menarik saat berbincang dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut kemungkinan AHY menjadi presiden di masa depan, mengingat ayahnya, SBY, juga pernah menjabat sebagai Presiden RI.

"Mas AHY sekarang 45, plus 25, baru 69, siapa tahu" ungkap Presiden Prabowo

"Ada Presiden SBY, siapa tahu ada Presiden AHY. Saya enggak tahu. Sekarang duduk berdampingan. Nanti bisa bersaing nih dua orang ini," lanjut Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana yang penuh keakraban, mencerminkan dinamika politik yang selalu terbuka terhadap berbagai kemungkinan. Prabowo pun menegaskan bahwa persaingan dalam politik merupakan hal yang baik dan sehat selama dilakukan dengan semangat demokrasi yang positif.

"Enggak apa-apa, bersaing itu baik. Siapa nomor satu, ajaklah nomor dua, ajaklah nomor tiga," katanya.

Prabowo juga mengisahkan pengalaman pribadinya dalam kontestasi politik, di mana dirinya pernah mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden. Namun, setelah itu, ia tetap diajak bergabung dalam pemerintahan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang saat itu menjadi lawannya dalam pemilu.

"Aku dikalahkan. Tapi beliau (Jokowi) ngajak saya masuk, masuk juga saya" ungkapnya.

Pernyataan Prabowo ini menjadi sorotan publik karena tidak hanya menunjukkan sikap sportif dalam dunia politik, tetapi juga membuka peluang bagi AHY untuk menapaki karier politik lebih tinggi. Sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang saat ini, AHY dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing dalam pemilihan presiden mendatang.

Dinamika politik Indonesia ke depan tentu akan menarik untuk disimak, terutama dalam melihat bagaimana para tokoh politik senior dan generasi baru berinteraksi serta bersaing secara sehat demi kepentingan bangsa dan negara.


Share :