Vonis Teddy Minahasa, Reza Indragiri Pertanyakan Proses Berpikir Hakim

Vonis Teddy Minahasa, Reza Indragiri Pertanyakan Proses Berpikir Hakim

Dedi Sutiadi
2023-05-15 19:00:00
Vonis Teddy Minahasa, Reza Indragiri Pertanyakan Proses Berpikir Hakim
Teddy Minahasa

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel pertanyakan proses berpikir majelis hakim dalam putusan vonis penjara seumur hidup Teddy Minahasa. Menurut Reza vonis tersebut terasa janggal karena banyak mengabaikan fakta dan pembuktian persidangan yang harusnya jadi pertimbangan hakim dalam memberikan putusan.  

Reza menilai hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang tangani kasus narkoba Teddy Minahasa acuh terhadap fakta persidangan yang seharusnya bisa dicermati kritis.

Baca juga: Kasus Peredaran Narkoba, Teddy Minahasa Divonis Hukuman Seumur Hidup

"Ada sekian banyak perspektif psikologi forensik yang tidak dieksplorasi selama persidangan di PN Jakbar. Pun ketika saya hadir sebagai ahli. Sebagai ahli, keterangan saya terbatas merespon hal yang ditanyakan," ujar pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel saat dihubungi Minggu 14 Mei 2023.

Sebab itulah Reza memberikan catatan berisi pandangannya sebagai pakar psikologi forensik terkait kasus narkoba Teddy Minahasa. Awalnya Reza berfikir catatannya tersebut bisa membantu hakim dalam mencermati kasus ini, namun nampaknya diabaikan begitu saja.

"Jadi, terpikir oleh saya untuk membuat catatan lalu mengirimnya ke Majelis Hakim PT. Anggap saja ini sebagai kontribusi saya ke otoritas peradilan. Dengan kata lain, saya berpikir untuk berbagi perspektif sebagai amicus curiae alias sahabat peradilan.

Menurut Reza akar persoalannya bukan soal putusan hakim, namun yang cukup mengaku dirinya adalah hal yang mendasari vonis hakim atas hukuman penjara seumur hidup.  

Baca juga: Tuntutan JPU Salah Pasal, Praktisi Hukum: Teddy Minahasa Harus Bebas

"Penting untuk dipahami bahwa saya tidak terlalu memusingkan putusan Majelis Hakim. Yang membuat saya 'terganggu' adalah pertimbangan Majelis Hakim.

Menurut Reza sikap majelis hakim yang abai dalam melihat fakta persidangan ini sangat bertentangan dengan penelitian-penelitian psikologi forensik yang digelutinya.

"Pada pertimbangan itulah proses berpikir hakim dapat saya cermati dari sudut psikologi forensik. Dan pada pertimbangan itulah saya menangkap sejumlah indikasi kerja Majelis Hakim yang kontras dengan penelitian-penelitian psikologi forensik," pungkasnya.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30