Fakta-fakta Cacar Monyet yang Sudah Dijadikan Darurat Kesehatan oleh WHO

Fakta-fakta Cacar Monyet yang Sudah Dijadikan Darurat Kesehatan oleh WHO

Andrico Rafly Fadjarianto
2022-07-24 11:07:48
Fakta-fakta Cacar Monyet yang Sudah Dijadikan Darurat Kesehatan oleh WHO
Fakta-fakta Cacar Monyet yang Sudah Dijadikan Darurat Kesehatan oleh WHO (Foto: Istimewa)

Berikut adalah fakta-fakta cacar monyet yang sudah dijadikan darurat kesehatan oleh World Health Organization (WHO).

Pada Minggu, 24 Juli 2022, WHO resmi menjadikan cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan. Hal ini karena laju penyebarannya yang semakin cepat akhir-akhir ini.

Diketahui di bulan Juni, sebanyak 3.040 kasus dari 47 negara dilaporkan terinfeksi cacar monyet. Hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan WHO untuk menjadikan cacar monyet sebagai darurat kesehatan.

Seperti apa penyebarannya? Dan apa saja fakta-faktanya? Berikut adalah fakta-fakta cacar monyet yang sudah dijadikan darurat kesehatan oleh WHO.

Tentang Cacar Monyet


Cacar monyet atau monkeypox adalah virus Zoonosis yang ditularkan hewan ke manusia. Penularannya pun beragam mulai dari hewan ke hewan, hewan ke manusia hingga manusia ke manusia.

Untuk hewan ke manusia, biasanya hewan menularkan virus melalui kontak langsung dengan manusia. Semenara untuk manusia ke manusia, biasanya terjadi melalui kontak langsung seperti lewat darah, cairan tubuh, lesi kulit, nafas.

Sejarah Cacar Monyet

Kasus awal cacar monyet terjadi pada tahun 1970 di Kongo. Lalu terjadi kasus yang sama pada tahun 2003 di Amerika Serikat, serta 2017 di Negeria.

Sementara di tahun 2022 ini, virus cacar monyet kembali terindikasi di berbagai negara.

16 Ribu Kasus di 75 Negara


Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sudah ada 75 negara dan wilayah yang telah mencatat lebih dari 16.000 kasus cacar monyet.

"Mengingat wabah cacar monyet yang berkembang dengan lebih dari 16.000 kasus yang dilaporkan dari 75 negara dan wilayah, saya membentuk kembali komite darurat. Berdasarkan Kriteria Peraturan Kesehatan Internasional, saya memutuskan untuk menyatakan wabah ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat," ujarnya.

Terindikasi dari Kelompok Gay


Tedros mengatakan penyakit cacar monyet paling banyak beredar di kelompok pria yang melakukan seks dengan sesama pria.

"Untuk saat ini, wabah cacar monyet terkonsentrasi di kalangan pria yang berhubungan seks dengan pria, terutama mereka yang berganti-ganti pasangan. Artinya, ini adalah wabah yang bisa dihentikan dengan strategi yang tepat di kelompok yang tepat," sambungnya.

Ada 5 Pertimbangan

Dalam menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan, WHO mengambil keputusan berdasarkan 5 pertimbangan, diantaranya adalah:

1. Informasi yang diberikan oleh negara – yang dalam hal ini menunjukkan bahwa virus ini telah menyebar dengan cepat ke banyak negara yang belum pernah melihatnya;

2. Tiga kriteria untuk menyatakan kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, telah terpenuhi;

3. Saran dari Komite Darurat, yang belum mencapai konsensus;

4. Prinsip-prinsip ilmiah, bukti dan informasi relevan lainnya – yang saat ini tidak cukup dan meninggalkan banyak hal yang tidak diketahui;

5. Risiko terhadap kesehatan manusia, penyebaran internasional, dan potensi gangguan lalu lintas internasional.

Belum Masuk ke Indonesia

Sementara itu, Jubir Kemenkes RI, dr Mohammad Syahril, SPp, mengatakan bahwa virus cacar monyet ini belum masuk ke Indonesia. Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap waspada.

"Sampai hari ini kita belum ada kasus. Kita harus tetap waspada ya," ujarnya.

Itulah, fakta-fakta cacar monyet yang sudah dijadikan darurat kesehatan oleh WHO.


Share :