Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi di UEA, Optimis Bangun Kerja Sama Dua Negara

Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi di UEA, Optimis Bangun Kerja Sama Dua Negara

Ajeng Conny Pradestina
2022-07-02 10:09:55
Erick Thohir Dampingi Presiden Jokowi di UEA, Optimis Bangun Kerja Sama Dua Negara
Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi presiden Joko Widodo bertemu investor dan pengusaha UEA.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Uni Emirat Arab (UEA). Keduanya bertemu dengan sejumlah investor dan pengusaha di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat, 1 Juli 2022.

Erick menjelaskan bahwa kesempatan itu, para investor dan pengusaha dari UEA optimis dapat bekerja sama untuk beberapa proyek antar dua negara.

"Alhamdulillah tadi pertemuan Bapak Presiden dengan beberapa perusahaan investasi dari Abu Dhabi di mana mereka sangat optimistis untuk bekerja sama dalam beberapa proyek yang bisa disinergikan antara dua negara, yaitu UAE, Abu Dhabi, dengan tentunya Indonesia," ujar Erick.

Baca juga: Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Etihad Airways, Erick Thohir Optimis Bisa Ciptakan Ekosistem Pariwisata

Indonesia Jadi Mitra Yang Menguntungkan

Terdapat beberapa poin dibahas oleh presiden Jokowi bersama dengan para pengusaha tersebut. Yang pertama terkait logistik udara, menurut Erick Indonesia dan UEA dapat menjadi mitra yang saling menguntungkan.

"Indonesia dan UAE ini bisa menjadi partner yang saling menguntungkan. Indonesia sebagai pusat dari supply chains karena Indonesia kaya dengan sumber daya alam seperti energi, pangan, dan lain-lain. Kemudian UAE ini bisa menjadi jendela untuk Indonesia untuk melakukan transaksi dari barang-barang kita ke luar negeri. Ini juga jadi bagian pembukaan lapangan kerja yang sangat besar untuk Indonesia dan tentu bagaimana kita bisa memaksimalkan kerja sama ekonomi," tuturnya.

Penyiapan IKN Bagi Masa Depan Bangsa

Selain itu, pertemuan dua negara ini juga membahas mengenai ibu kota Nusantara (IKN). Erick memaparkan bahwa dengan pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang pesat, Pemerintah perlu menyiapkan ibu kota baru sebagai masa depan untuk penduduk yang didominasi generasi muda.

"Tidak mungkin 50 juta usia muda Indonesia itu harus masuk ke kota-kota yang sudah tua. Tentu dengan sistem dari teknologi terbarukan tentu kita harus menyiapkan kota masa depan. UAE sendiri, Abu Dhabi sangat optimistis melihat ini sesuatu yang baik karena melihat percontohan kota-kota besar di dunia yang sekarang menjadi juga pusat pertumbuhan ekonomi masing-masing negaranya," kata Erick.

Baca juga: Ajak UEA Investasi, Erick Thohir Optimis Indonesia Bisa Menjadi Macan Baru Asia

Pembangunan Blue Economy

Yang ketiga, dalam pertemuan tersebut dibahas pula mengenai pembangunan wisata laut dalam konteks ekonomi biru atau blue economy. Erick menyebut Presiden Jokowi ingin agar pembangunan ekonomi biru tersebut dapat turut menjaga alam Indonesia, bukan mengeksploitasinya.

 "Kita mempunyai Raja Ampat, mempunyai juga ada yang namanya Komodo yang sangat dilindungi. Nah ini sekarang kita coba melihat bagaimana membangun peta biru secara menyeluruh, wisata laut kita yang friendly atau sangat bersahabat dengan alam dan juga dengan industri cruise atau wisata dengan kedekatan kepada kekeluargaan. Jadi bukan sekadar entertainment dan tourism," ucapnya.

 

 

 


Share :